Indonesia Bidik Lifting Minyak 610 Ribu Barel pada 2026

23 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menargetkan peningkatan lifting minyak pada 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional. Target lifting tersebut telah dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

"Lifting kita untuk 2026 sebesar 610 ribu barel yang dimasukan dalam RAPBN,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Kamis (22/1/2026).

Untuk mencapai target tersebut, Kementerian ESDM menjalankan sejumlah strategi, termasuk reaktivasi sumur tua yang melibatkan masyarakat, penerapan teknologi, serta percepatan pengembangan lapangan migas yang telah memiliki persetujuan pengembangan atau plan of development (POD). 

Saat ini, pemerintah juga mempercepat proses perizinan sumur tua di sejumlah wilayah seperti Jambi, Sumatera Selatan, dan Jawa Tengah.

"Kedua intervensi teknologi juga berjalan dengan baik kita lakukan dan yang ketiga adalah bagaimana yang POD POD sudah selesai kita juga melakukan percepatan,” kata Bahlil.

Ia menambahkan, seluruh kontraktor kontrak kerja sama (K3S) telah dipanggil untuk mendorong percepatan realisasi produksi migas sesuai target yang ditetapkan.

Sepanjang 2025, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat berbagai kinerja positif. Salah satu capaian tersebut adalah realisasi rata-rata lifting minyak bumi, termasuk Natural Gas Liquid (NGL), yang kembali memenuhi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 605,3 ribu barel per hari (Thousand Barrels of Oil Per Day/MBOPD).

Pencapaian ini menjadi yang pertama kalinya lifting minyak menunjukkan peningkatan dalam sembilan tahun terakhir. Rata-rata lifting sebesar 605,3 ribu barel per hari tersebut telah memperhitungkan kontribusi NGL dan kondensat yang dihasilkan oleh PT Donggi Senoro LNG.

Sebelumnya, konsumsi listrik nasional per kapita mengalami peningkatan sepanjang 2025, seiring dengan perluasan akses kelistrikan hingga ke wilayah pedesaan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kenaikan konsumsi tersebut dalam rapat bersama DPR.

“Konsumsi listrik per kapita itu naik dari 2024 sebesar 1.411 2025 jadi 1.584 kwh per kapita,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Kamis, 22 Januari 2026.

Kenaikan Konsumsi Listrik

Peningkatan konsumsi listrik tersebut berjalan beriringan dengan pelaksanaan program listrik desa. Pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk mempercepat penyediaan listrik di desa dan dusun yang belum teraliri.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum menikmati akses listrik.

"Di program 2025 kami juga menyampaikan bahwa kita dapat alokasi anggaran sekitar Rp 4 triliun untuk masuk dalam program listrik desa,” kata Bahlil.

Melalui program tersebut, pemerintah mampu menyelesaikan elektrifikasi di 1.516 lokasi dengan bantuan pemasangan langsung kepada 205.968 rumah tangga. Selain itu, sejumlah proyek strategis lain juga diresmikan pada 2025, termasuk yang terkait dengan hilirisasi dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Target Lifting Minyak 2025 Tercapai, Ada Kontribusi Pertamina

Sebelumnya, Indonesia mampu mencapai target lifting minyak dalam APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari (bph). Produksi minyak Pertamina sepanjang 2025 berkontribusi siginifikan terhadap capaian lifting nasional tersebut. 

Pakar Ekonomi dan Bisnis Univeritas Airlangga Profesor Imron Mawardi mengatakan, peran BUMN migas tersebut memang besar selain menguasai sebagian besar produksi.

”Kontribusi Pertamina sangat membantu mencapai target di dalam APBN itu,” kata Imron melansir Antara di Jakarta.

Menurut dia, peran BUMN migas tersebut memang besar selain menguasai sebagian besar produksi, enam perusahaan yang menjadi kontributor terbesar dalam lifting minyak nasional bahkan merupakan anak perusahaan Pertamina.

Termasuk PT Pertamina EP Cepu yang bersama ExxonMobil Cepu Limited mengelola Blok Cepu, menjadi penghasil minyak terbesar di Tanah Air.

Penguasaan Produksi Minyak

Perusahaan lain adalah PT Pertamina Hulu Rokan, PT Pertamina EP, PT Pertamin Hulu Energi ONWJ, PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina Hulu Energi OSES.

"Jadi besarnya penguasaan produksi minyak dalam negeri saat ini memang sudah bagus. Saya berharap ke depan Pertamina perlu meningkatkan kontribusinya lagi di sisi hulu. Kita sekarang berharap benar-benar dari Pertamina," jelas dia.

Untuk itu Imron meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja, melalui lifting yang terus meningkat diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan energi nasional.

Dengan demikian bisa mengurangi impor minyak mentah untuk kebutuhan BBM dalam negeri, yakni sekitar satu juta barel per hari.

"Kita tetap berharap kalau Pertamina masih bisa meningkatkan produktivitas sumur-sumurnya serta mengembangkan eksplorasi sumur-sumur baru. Dengan demikian, diharapkan importasi minyak kita terus menurun," ujar dia.

Dorong Ekonomi

Selain dari sisi ketahanan energi, tambahnya dengan menguasai sebagian besar produksi minyak nasional, Pertamina juga turut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar dari kontribusi pajak, PNBP maupun dividen, tetapi juga menggerakkan sektor-sektor lain.

“Ya, karena dalam ekonomi, industri migas termasuk sektor yang linkage-nya, multiplier-nya besar. Terutama sekali dari sisi forward linkage-nya itu panjang,” ujar Imron.

Artinya, menurut dia, banyak sektor lain yang sangat tergantung pada sektor migas sehingga keberadaan industri migas yang baik itu akan mendorong sektor-sektor lain sehingga menghasilkan kegiatan ekonomi cukup besar.

Upaya Masif

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan bahwa target lifting minyak nasional dalam APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari (bph) resmi tercapai.

Djoko mengatakan pencapaian itu merupakan hasil dari upaya masif di tengah dinamika industri hulu migas yang penuh tantangan sepanjang tahun.

"Bagaimana kita bisa mencapai target APBN 605. Nah Alhamdulillah, 1-2 hari terakhir dengan berbagai upaya gejolak yang sangat luar biasa kita mencapai 605 alhamdulillah," ujar dia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |