Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga, Waspadai Volatilitas Global 2026

2 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang menilai kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia tetap terjaga sepanjang triwulan IV 2025. Stabilitas tersebut didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan antar otoritas.

"Hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan IV tahun 2025 dalam kondisi terjaga, didukung koordinasi dan sinergi kebijakan antar otoritas,” ujar Purbaya saat Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2026, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan, memasuki Januari 2026, pasar keuangan global sempat mengalami peningkatan volatilitas akibat ketegangan perdagangan dan geopolitik. Karena itu, KSSK akan terus melakukan pemantauan serta asesmen ke depan terhadap kondisi perekonomian dan sektor keuangan.

" Berdasarkan perkembangan tersebut, KSSK yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward looking terhadap kondisi perekonomian dan sektor keuangan di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, sekaligus melakukan upaya mitigasi secara terkoordinasi, baik antarlembaga anggota KSSK maupun dengan Kementerian/Lembaga lain,” jelasnya.

Dalam paparannya, Purbaya juga menyoroti dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, termasuk dampak ketegangan dagang dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Meski demikian, ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan.

Pada triwulan IV 2025, sejumlah indikator domestik menunjukkan perbaikan, antara lain PMI manufaktur yang berada di zona ekspansi, penjualan ritel yang tumbuh positif, serta neraca perdagangan yang mencatat surplus. Likuiditas perbankan juga diperkuat oleh penempatan kas negara dan pertumbuhan uang primer.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 diperkirakan berada di kisaran 5,2%. Sementara pada 2026, pertumbuhan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 5,4%, didukung penguatan permintaan domestik serta sinergi kebijakan pemerintah dan otoritas sektor keuangan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |