Menkeu Purbaya Diterpa Isu 'Di-Noel-kan', Kebijakan Ekonomi Bisa Jadi 'Bumerang'?

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan melempar isu kalau pejabat ekonomi seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan tersandung kasus hukum sepertinya. Dia menyebut Purbaya bisa saja 'di-Noel-kan', merujuk pada dugaan kriminalisasi pejabat.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar menilai nada ancaman kriminalisasi itu bisa mengganggu kebijakan ekonomi yang diambil. Meskipun, dampaknya tak akan nampak secara langsung.

"Tetapi kan dampaknya lebih ke public opinion ya, pejabat jadi tertekan, biasanya kalau pejabat tertekan kan mereka lebih cenderung defensif dan aversif ya, jadi gak mau ambil risiko," kata Media Wahyudi, saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (27/1/2026).

Dia menjelaskan, gangguan terhadap kebijakan ekonomi bisa merupakan dampak rembetan dari tekanan yang ada sebelumnya. Pejabat akan cenderung bermain aman dan tidak berani mengambil inovasi atau terobosa kebijakan.

"Kalau pertanyaannya apakah ini bisa mengganggu kebijakan ekonomi, ya bisa saja akhirnya karena takut dikriminalisasi, takut melakukan inovasi, akhirnya terjadi policy paralysis," ujarnya.

"Jadi kaya pejabat ekonomi itu gak mau ambil kebijakan yang berani, mereka menunda stimulus atau mungkin akhirnya keputusan itu dilempar ke institusi lain dan memilih untuk main aman," sambung Media Wahyudi.

Investor Bisa Terganggu?

Dia mengatakan, hal itu bisa saja menganggu keyakinan investor. Pasalnya, pemilik modal akaj melihat sinyal pasar, termasuk indikator ekonomi sepeeti fiskal dan monerer.

"Jadi investor entah itu domestik atau asing itu pasti akan sensitif dengan indikator-indikator ekonomi, terutama independensi kebijakan fiskal dan keuangan," kata dia.

"Jadi kalau seandainya narasinya kalau pejabat ekonomi bisa dipidana karena kebijakannya, maka otomatis melahirkan sinyal negatif ke investor," tambah dia.

Tanggapan Purbaya

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons pernyataan Immanuel Ebenezer atau Noel yang menyebut dirinya berpotensi “di-Noel-kan”, merujuk pada dugaan upaya kriminalisasi seperti perkara hukum yang menjerat Noel.

Sebelumnya, Noel yang tengah menjalani sidang dugaan kasus pemerasan terkait penerbitan dan perpanjangan sertifikasi serta lisensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan, menyampaikan peringatan agar Purbaya berhati-hati. Ia menuding ada pihak yang merasa terganggu dengan langkah sang menteri.

Menanggapi hal tersebut, Purbaya mengaku tidak memahami maksud tudingan itu dan menegaskan dirinya tidak menerima uang. “Saya enggak ngerti apa sih maksudnya? Noel kan terima duit, gua mah enggak terima duit,” kata Purbaya kepada wartawan usai Sidang Terbuka Satgas Debottlenecking, Senin (26/1/2026).

Tidak Terima Uang

Ia menilai kemungkinan dirinya mengalami kasus serupa sangat kecil selama tidak menerima uang. Purbaya juga mengaku tidak mengetahui alasan Noel menyampaikan pernyataan tersebut.

Meskipun begitu, Purbaya menyebut kemungkinan itu secara teori bisa saja terjadi, misalnya jika ada pihak yang sengaja menaruh uang tanpa sepengetahuannya. Namun menurutnya, situasi seperti itu tetap harus memiliki konteks atau latar belakang perkara yang jelas, sementara ia merasa tidak memiliki urusan yang mengarah ke sana.

Menanggapi dugaan kaitan isu tersebut dengan agenda reformasi pajak dan bea cukai, Purbaya memastikan program reformasi tetap berjalan.

“Biar aja. Kita kan tetap saja akan reformasi. Noel Noel, saya saya. Yang penting kan saya enggak terima uang, itu,” tuturnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |