Perusahaan Cangkang Inggris Memenangkan Tender dari Raksasa Tambang Uzbekistan

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Dua perusahaan Inggris yang tidak memiliki rekam jejak sebelumnya di industri pertambangan selama tiga tahun terakhir telah memenangkan kontrak pengadaan di Uzbekistan senilai puluhan jutaan dolar Amerika Serikat. Kontrak perusahaan Inggris dengan raksasa pertambangan yang dikenal sebagai “crown jewel” atau permata mahkota ekonomi Uzbekistan.

Mengutip laman OCCRP, Sabtu (7/2/2026), salah satu perusahaan itu dimiliki secara tertulis oleh seorang akuntan Inggris yang berusia 70 tahun tanpa ikatan jelas dengan Asia Tengah. Selain itu, ada penyedia layanan korporasi Inggris yang selama bertahun-tahun mengelola struktur perusahaan yang melindungi kepemilikan sebenarnya dari publik.

Akan tetapi, investigasi oleh OCCRP menemukan, dua perusahaan Inggris itu bagian dari lingkaran perusahaan yang lebih besar yang membentang dari Singapura hingga Kaukasus Selatan yang telah mendapatkan lebih dari USD 200 juta atau Rp 3,37 triliun yang terkait kontrak dengan Uzbekistan sejak 2022.

Kliennya adalah Almalyk Mining-Metallurgical Complex (AMMC), perusahaan negara Uzbekistan. Perusahaan negara ini yang telah direncanakan oleh Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev untuk menggelar penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di bursa saham luar negeri.

Secara kasat mata, perusahaan-perusahaan yang berlokasi ribuan kilometer ini sedikit memiliki kesamaan. Akan tetapi, OCCRP menemukan mereka memiliki hubungan dengan Grigory Khvan, tokoh terkemuka di Uzbekistan. Tokoh terkemuka di dunia tenis meja Uzbekistan. Sosok lainya juga warga negara Kolombia tanpa latar belakang yang dapat diidentifikasi di sektor pertambangan.

Hubungan ini menimbulkan pertanyaan mengenai apakah individu yang disebutkan dalam pengajuan resmi perusahaan adalah pemilik sebenarnya, atau apakah mereka bertindak sebagai perwakilan untuk orang lain.

Hal ini juga menekankan kelalaian yang terus menerus dalam transparansi perusahaan di Inggris, meskipun pemerintah baru-baru ini berupaya memperketat peraturan dan mempersulit pembuatan perusahaan fiktif.

Seiring pertanyaan dari wartawan pada akhir 2025, perusahaan-perusahaan Inggris secara retroaktif menunjuk Khvan dan warga Kolombia Felipe Guerro sebagai orang yang memiliki kendali signifikan, berdasarkan pengajuan dari registrasi perusahaan Inggris.

Kontrak AMMC dengan Perusahaan Inggris

Dalam serangkaian pengajuan yang kacau, Khvan ditambahkan sebagai pemilik mereka pada 2018, hanya untuk digantikan beberapa minggu kemudian oleg Guerro yang kendalinya juga ditetapkan mundur ke tahun sama.

Selanjutnya, dua perusahaan Inggris menyatakan diri sebagai “tidak aktif” selama periode pelaporan di mana mereka memenangkan tender AMMC senilai puluhan juta dolar AS. Menurut catatan impor-ekspor yang tersedia secara komersial, mengirimkan banyak pengiriman peralatan ke AMMC.

Berdasarkan hukum Inggris, perusahaan tidak dianggap tidak aktif, jika mereka telah melakukan perdagangan apapun selama tahun pelaporan dan merupakan tindakan ilegal bagi perusahaan untuk menyampaikan informasi yang menyesatkan, salah,atau menipu tanpa alasan yang wajar.

Kontrak pengadaan AMMC senilai lebih dari USD 7 juta atau Rp 117,99 miliar dengan dua perusahaan Inggris itu juga menampilkan tanda tangan elektronik dari rekanan akuntansi yang menyangkal telah menandatangani dokumen atau keterlibatan lainnya dalam perjanjian itu. Salah satu sosok menuturkan telah melaporkan masalah itu kepada pihak berwenang Inggris.

Sementara itu, di Georgia, seorang koordinator wisata medis tanpa pengalaman di bidang pertambangan membeli perusahaan hanya seharga USD 350 atau Rp 5,89 juta saat mereka telah memenangkan total tender AMMC senilai USD 65,9 juta atau Rp 1,11 triliun.

Catatan pengadaan menunjukkan dalam puluhan kasus, perusahaan-perusahaan tersebut bersaing satu sama lain untuk tender AMMC. Bahkan, ketika perusahaan itu berada di bawah kepemilikan atau kendali sama. Sebagian besar perusahaan ini tidak memiliki situs web, dan dalam banyak kasus, pemilik yang terdaftar tidak memiliki hubungan lain yang dapat diidentifikasi dengan Uzbekistan.

AMMC yang memproduksi tembaga, perak, emas dan logam lainnya untuk pasar domestik dan global sedang mengembangkan deposit tembaga utama menyumbang sekitar sembilan persen dari total pendapatan pajak di Uzbekistan.

Tender yang ditinjau media yang merupakan pengadaan barang seperti peralatan dan bahan baku berjumlah sekitar tujuh persen dari total pengeluaran perusahaan sejak 2022.

AMMC belum menanggapi pertanyaan rinci tentang tender-tender ini dan apakah pemenang telah memenuhi kontrak mereka.

Pentingnya Transparansi Perusahaan

Kronisme dan ketidaktransparanan perusahaan tetap merajalela di Uzbekistan. Investigasi OCCRP sebelumnya telah mengungkapkan bagaimana orang-orang dalam yang memiliki koneksi baik  termasuk kerabat Mirziyoyev dan rekan-rekan mereka  menikmati perlakuan istimewa dalam kontrak pemerintah yang menguntungkan, terkadang melalui perusahaan yang dimiliki melalui jaringan offshore yang kompleks.

Mirziyoyev mengumumkan pada pertemuan Dewan Anti-Korupsi Nasional Uzbekistan di Tashkent pada Maret 2025 pemerintahnya akan memperkenalkan langkah-langkah untuk memperketat proses tender dan memperkenalkan "standar anti-korupsi yang tinggi."

"Korupsi adalah kejahatan yang merusak kepercayaan masyarakat terhadap negara, konstitusi, dan hukum, dan menjadi ancaman serius bagi pembangunan berkelanjutan dan keamanan," kata dia.

AMMC termasuk di antara sejumlah perusahaan yang tercantum dalam dekrit Mirziyoyev pada April tentang privatisasi perusahaan-perusahaan milik negara terkemuka. Pilar utama dari upaya privatisasi ini adalah janjinya untuk meningkatkan transparansi, termasuk dalam pengadaan publik.

Kepala investigasi senior di Transparency International Ben Cowdock di Inggris, mengatakan kepada OCCRP pemberian kontrak-kontrak besar negara kepada perusahaan-perusahaan dengan sedikit latar belakang yang relevan berisiko menyebabkan mereka gagal memenuhi perjanjian tersebut.

“Ada juga bahaya seputar perusahaan-perusahaan yang dikontrak yang dimiliki secara diam-diam oleh individu-individu yang memiliki koneksi politik, yang mungkin tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk memenuhi kewajiban dan mungkin hanya menggunakan ini sebagai skema untuk mengambil uang dari perusahaan milik negara,” ia menambahkan.

Transparansi juga penting menjelang kemungkinan penawaran umum perdana (IPO) oleh AMMC di bursa luar negeri dalam dua tahun ke depan.

"Di yurisdiksi dengan tingkat korupsi tinggi dan banyak perusahaan cangkang yang aktif dalam perekonomian, privatisasi “merupakan risiko besar,” kata Cowdock.

Ia menambahkan, transparansi perlu diintegrasikan ke dalam proses privatisasi untuk melihat siapa yang benar-benar diuntungkan.

AMMC, yang mendapat penghargaan di forum anti-korupsi negara pada Oktober atas upaya transparansi perusahaannya, tidak menanggapi permintaan komentar tentang temuan OCCRP.

Di situs webnya, AMMC menyatakan mereka "berkomitmen pada prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam."

Pemerintahan Mirziyoyev tidak menanggapi permintaan komentar.

Perusahaan Cangkang Inggris

Selama tiga tahun terakhir, sebuah perusahaan Inggris bernama Lemixton Solutions Ltd telah memenangkan setidaknya 56 tender AMMC senilai USD 22,53 juta atau Rp 379,76 miliar. Namun, orang tidak akan mengetahuinya jika melihat pengajuan resmi perusahaan tersebut.

Didirikan pada 2018 di kantor mass registration di London, Lemixton hanya memiliki satu karyawan, tidak memiliki situs web, dan tidak memiliki kantor yang dapat diidentifikasi di Uzbekistan. Sejak 2021, perusahaan tersebut secara konsisten mengajukan laporan keuangan tidak aktif, status hukum yang diperuntukkan bagi perusahaan tanpa transaksi keuangan yang signifikan.

Namun, sejak 2022, Lemixton menjadi salah satu pemenang tender AMMC yang paling sering, mengamankan kontrak untuk memasok raksasa pertambangan Uzbekistan tersebut dengan pipa baja, lembaran aluminium, dan barang-barang lainnya.

Sejak tahun yang sama, Lemixton telah mengirimkan barang ke AMMC,  puluhan pengiriman secara total, setiap tahun akuntansi di mana perusahaan tersebut menyatakan dirinya tidak aktif, menurut data impor-ekspor.

Selama periode ini, pemilik terdaftar Lemixton adalah Wendy Mary Ann Conroy, seorang akuntan Inggris berusia 71 tahun tanpa koneksi lain yang diketahui ke Uzbekistan yang telah ditunjuk sebagai orang yang memiliki kendali signifikan di perusahaan tersebut.

Namun, setelah OCCRP dan Finance Uncovered menghubungi Lemixton pada 2 Desember 2025, perusahaan tersebut melakukan serangkaian koreksi retroaktif terhadap struktur perusahaannya.

Pada hari yang sama, Conroy tercatat telah berhenti menjadi orang yang memiliki kendali signifikan di Lemixton. Tiga hari kemudian, pengajuan baru menyatakan Khvan, pengusaha berusia 61 tahun yang menjabat sebagai wakil presiden Federasi Tenis Meja Uzbekistan, sebenarnya telah memegang peran tersebut sejak 20 November 2018.

Namun, masa jabatan Khvan dalam catatan publik hanya berlangsung singkat. Pada awal Januari, Lemixton mengajukan pemberitahuan yang menyatakan bahwa kendali Khvan telah berakhir pada hari yang sama dengan tanggal dimulainya pada 2018. Sebagai gantinya, perusahaan tersebut menunjuk warga negara Kolombia, Felipe Guerrero, sebagai orang baru yang memiliki kendali signifikan. Seperti Khvan sebelumnya, Guerrero ditunjuk sebagai pemegang posisi ini sejak hari yang sama pada November 2018.

Pola yang Sama

Pola yang hampir identik muncul di perusahaan Inggris lainnya, Golders Business Ltd. Seperti Lemixton, Golders telah menyatakan dirinya tidak aktif sejak 2021. Namun, selama periode tersebut, Golders telah memenangkan setidaknya USD 13 juta dalam tender pengadaan AMMC dan mengirimkan lebih dari 100 pengiriman barang ke AMMC.

Pada 2018, perusahaan tersebut resmi menyatakan kepada registrasi mereka "tidak memiliki orang yang dapat didaftarkan"  klaim hukum yang berarti bahwa mereka tidak memiliki orang yang memiliki kendali signifikan. Status ini dipertahankan sementara ATC Nominees (UK) Limited, sebuah perusahaan yang dikendalikan oleh Michael Conroy, putra Wendy Conroy, menjabat sebagai sekretaris perusahaan.

Namun, pada awal Desember, klaim ini ditarik kembali dan dinyatakan Khvan telah menjadi pihak pengendali sejak 1 Agustus 2018. Namun, seperti halnya Lemixton, riwayat ini direvisi lagi pada awal Januari ketika firma tersebut memberi tahu pihak registrasi bahwa kendali Khvan telah berakhir pada Agustus yang sama. Ia digantikan oleh Guerrero, yang ditetapkan sebagai pihak pengendali firma tersebut sejak 30 November 2018.

Pengajuan dokumen perusahaan dan catatan keuangan menunjukkan bahwa Lemixton dan Golders dikelola oleh firma Inggris milik Michael Conroy, MoreGroup, yang bertindak sebagai akuntan terdaftar untuk kedua perusahaan tersebut dan karyawannya menjabat sebagai pejabat mereka.

Menanggapi Finance Uncovered, direktur hubungan klien MoreGroup, Jaime Barclay, mengatakan Wendy Conroy "seharusnya tidak pernah dicantumkan" sebagai orang yang memiliki "kendali signifikan" di Lemixton dan "investigasi internal" sedang dilakukan.

Barclay mengatakan dalam panggilan telepon dengan Finance Uncovered, yang dilakukan sehari sebelum Khvan ditambahkan ke dalam pengajuan untuk Lemixton, Golders, dan perusahaan Inggris terkait ketiga, Alrick Solutions Limited  bahwa "satu orang" berada di balik semua perusahaan ini.

MoreGroup tidak memberikan tanggapan substantif terhadap pertanyaan rinci tentang kepemilikan Lemixton dan Golders, termasuk apakah Khvan atau Guerrero adalah pemilik manfaat utama atau perwakilan untuk orang lain. Perusahaan tersebut mengatakan mereka tidak memiliki "keterlibatan apa pun dengan informasi yang dinyatakan atau dokumen yang digunakan."

“Segala dugaan tentang hubungan kami adalah tidak benar,” ia menambahkan.

Menyusul pertanyaan dari wartawan pada Desember, dan meniru pola yang terlihat pada Lemixton dan Golders, Khvan ditambahkan sebagai orang kepercayaan Alrick yang memiliki kendali signifikan, dan perannya diberlakukan mundur hingga tahun 2018. Ia memegang peran tersebut hingga publikasi laporan ini.

Sementara itu, kepemilikan Hightron meluas ke yurisdiksi offshore Nevis, surga pajak di Karibia yang terkenal dengan kerahasiaan perusahaannya.

Catatan perusahaan Kanada menunjukkan bahwa Hightron, yang juga telah mengirimkan barang ke Uzbekistan, secara resmi dimiliki oleh dua perusahaan yang berbasis di Nevis, Tallberg Ltd dan Uniwell Inc. yang terdaftar sebagai pemegang saham atau pejabat perusahaan di ratusan perusahaan lain di Inggris, Kanada, dan tempat lain.

Ketidaktransparan Kepemilikan Perusahaan

Cowdock dari Transparency International mengatakan kepada OCCRP otoritas Inggris terus berjuang untuk memastikan data yang akurat diberikan kepada Companies House, badan pemerintah Inggris yang bertanggung jawab untuk mengelola daftar bisnis negara tersebut.

“Sistem yang ada masih bergantung pada pemeriksaan reaktif terhadap apa yang sudah ada di daftar, yang seringkali menyebabkan informasi yang salah tetap ada dalam jangka waktu yang lama,” kata Cowdock.

Anggota parlemen Inggris dan ketua Kelompok Parlemen Lintas Partai tentang Anti-Korupsi dan Pajak, Phil Brickell mengatakan kepada Finance Uncovered kasus ini “mempertanyakan efektivitas beberapa lini pertahanan pertama terhadap aktivitas keuangan yang mencurigakan.”

“Secara khusus, informasi yang diberikan kepada, dan yang tercantum oleh, Companies House tampaknya tidak banyak membantu dalam mengidentifikasi siapa sebenarnya pemilik dan pengendali perusahaan ini,” kata Brickell.

“Memang, sangat mencolok bahwa daftar pengadaan publik Uzbekistan tampaknya jauh lebih bermanfaat dalam menentukan apakah perusahaan Inggris ini sebenarnya dijalankan dari Kent, atau Tashkent,” ia menambahkan.

Ketidaktransparan kepemilikan dan operasional kedua perusahaan Inggris tersebut juga tercermin dalam kontrak yang ditandatangani perusahaan-perusahaan tersebut dengan AMMC.

Tanda tangan elektronik dari karyawan MoreGroup saat ini dan mantan karyawan MoreGroup muncul pada setidaknya 13 kontrak yang ditinjau oleh OCCRP.

Tujuh kontrak antara Lemixton dan AMMC dengan total USD 6,2 juta menampilkan apa yang tampak seperti faksimili tanda tangan Wendy Conroy. Kontrak terbaru dari kontrak-kontrak ini pada 5 Desember 2025 — tiga hari setelah Wendy Conroy secara resmi ditarik sebagai orang yang memiliki kendali signifikan atas Lemixton.

Barclay dari MoreGroup mengatakan kepada Finance Uncovered kalau Wendy Conroy "100 persen" tidak menandatangani kontrak-kontrak tersebut.

Selain itu, enam kontrak antara Golders dan AMMC — dengan total USD 1,4 juta — menampilkan faksimili tanda tangan mantan karyawan MoreGroup bernama Ruairi Laughlin-McCann.

Laughlin-McCann mengatakan kepada OCCRP bahwa ia tidak lagi terkait dengan Golders selama lebih dari lima tahun dan bahwa ia "sama sekali tidak menandatangani" kontrak-kontrak tersebut, salah satunya mencantumkan namanya sebagai direktur Golders hingga 25 November 2025.

“Itu tidak mungkin dilakukan secara tidak sengaja oleh MoreGroup atau saya sendiri,” kata Laughlin-McCann dalam sebuah email.

“Kontrak tersebut, karena sifatnya, seharusnya tunduk pada uji tuntas yang lebih ketat…. Tidak mungkin bahwa setidaknya pada tahap ini, dan sebagai pengecekan/penyeimbang minimum, tidak akan ditandai bahwa saya bukan direkturnya.”

Laughlin-McCann mengatakan ia telah melaporkan masalah ini kepada kepolisian Kota London dan Kantor Penipuan Serius Inggris. Kantor Penipuan Serius tidak menanggapi permintaan komentar OCCRP tepat waktu untuk dipublikasikan. Kepolisian Kota London, dengan alasan privasi data, mengatakan mereka tidak dapat mengkonfirmasi atau menyangkal bahwa Laughlin-McCann telah mengajukan laporan tanpa persetujuannya.

MoreGroup tidak menanggapi pertanyaan tentang penggunaan stempel resmi perusahaan Lemixton dan Golders pada kontrak AMMC dengan tanda tangan yang diduga dipalsukan.

Penambahan Khvan dan Guerrero ke catatan perusahaan Inggris memungkinkan OCCRP untuk menghubungkan perusahaan-perusahaan tersebut dengan perusahaan-perusahaan lain yang kurang dikenal ribuan kilometer ke timur yang juga telah memenangkan tender AMMC senilai puluhan juta dolar AS.

Para ‘Pesaing’ Georgia

Beberapa perusahaan yang terdaftar di negara Kaukasus Selatan, Georgia, telah bersaing untuk tender AMMC melawan perusahaan-perusahaan Inggris yang kini terkait dengan Khvan dan Guerrero. Pemenang terbesar di antara mereka adalah LOSBP LLC dan Prof Engineering LLC, yang keduanya memiliki situs web yang menunjukkan mereka beroperasi di sektor industri.

Pemilik kedua perusahaan tersebut, yang bersama-sama telah memenangkan tender AMMC senilai USD 68,45 juta sejak 2022, memiliki koneksi pribadi dengan perusahaan-perusahaan Inggris.

Secara resmi, baik LOSBP maupun Prof Engineering dimiliki oleh Polina Ostanova, seorang warga negara Korea Selatan berusia 41 tahun dengan akar Uzbekistan. Berbasis di Seoul, Ostanova telah bekerja sebagai koordinator medis dan membantu mendirikan perusahaan yang menyediakan layanan wisata medis. Latar belakang profesionalnya menunjukkan tidak ada pengalaman sebelumnya di industri pertambangan atau ekspor industri skala besar.

Pada Februari, Ostanova membeli lima perusahaan Georgia, termasuk LOSBP dan Prof Engineering, dari seorang warga negara Kazakhstan bernama Rakhat Nauryzbekov.

Antara 2018 dan 2022, Nauryzbekov mendirikan Prof Engineering dan dua perusahaan Georgia lainnya, dan menjadi pemilik utama LOSBP dan perusahaan Georgia kelima yang dibelinya seharga sekitar USD 35.

Menurut catatan perusahaan Georgia yang ditinjau oleh OCCRP, Ostanova membeli kelima perusahaan tersebut dalam satu hari pada Februari 2025 dengan total harga sekitar USD 350 atau Rp 5,89 juta.

Pada saat pembelian, dua perusahaan tersebut telah memenangkan tender AMMC senilai total USD 65,9 juta atau Rp 1,11 triliun.

Di atas kertas, tampaknya tidak ada hubungan antara perusahaan-perusahaan Georgia ini dan pemenang tender AMMC Inggris. Namun, analisis OCCRP terhadap akun media sosial Ostanova menunjukkan ia telah "menyukai" unggahan dari pasangan romantis lama Grigoriy Khvan yang memiliki anak dengannya.

Lebih langsung lagi adalah hubungan Ostanova dengan Guerrero, pria Kolombia yang kini terdaftar sebagai pihak yang memiliki kendali signifikan atas dua pemenang tender AMMC Inggris.

Sebuah video Instagram yang diunggah oleh seorang teman Ostanova menunjukkan dia dan Guerrero menikmati pemandangan bersama di kota bersejarah Samarkand, Uzbekistan. Ostanova juga telah "menyukai" banyak unggahan Instagram dari Unicos Cars, dealer mobil Korea Selatan yang memberikan nomor telepon Guerrero sebagai kontak. Mereka berdua juga terdaftar sebagai perwakilan dari perusahaan produk kecantikan Korea Selatan yang sama.

Baik Khvan maupun Ostanova tidak menanggapi permintaan komentar. Saat dihubungi melalui telepon, Guerrero mengatakan bahwa ia tidak sedang berhubungan dengan Ostanova saat ini, dan ia menolak untuk menjawab pertanyaan wartawan tentang kedua perusahaan Inggris tersebut. Ia tidak menanggapi daftar pertanyaan tertulis yang terperinci.

OCCRP juga menghubungi Nauryzbekov untuk meminta komentar tentang tender negara Uzbekistan yang diberikan kepada Prof Engineering dan LOSBP, tetapi ia tidak memberikan tanggapan tepat waktu untuk dipublikasikan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |