Harga Emas Melambung, Medali Olimpiade 2026 Bakal yang Termahal

2 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Lebih dari 700 medali emas, perak, dan perunggu akan diperebutkan atlet dunia saat olimpiada musim dingin di Italia untuk berbagai nomor pertandingan, mulai dari ski dan hoki es hingga seluncur indah dan curling.

Meski nilai sentimentalnya sulit dinilai dengan uang, secara materi medali tersebut kini memiliki harga lebih tinggi dibanding sebelumnya. Sejak Olimpiade Paris pada Juli 2024, harga emas dan perak di pasar global melonjak masing-masing sekitar 107% dan 200%, berdasarkan data FactSet. Demikian dikutip dari CNN, Sabtu (7/2/2026).

Lonjakan harga tersebut membuat nilai medali emas mencapai sekitar USD  2.300 atau Rp 38,76 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.860) jika dihitung dari kandungan logamnya, lebih dari dua kali lipat dibanding Olimpiade Paris. 

Sementara itu, medali perak untuk peraih posisi kedua bernilai hampir USD 1.400 atau Rp 23,59 juta, atau sekitar tiga kali lebih tinggi dibanding dua tahun lalu.

Lonjakan harga perak turut didorong meningkatnya permintaan dari investor ritel. Sementara itu, harga emas menguat setelah sejumlah bank sentral besar menambah cadangannya, di tengah aksi investor yang memburu aset safe haven akibat ketidakpastian politik global.

Instrumen yang Semakin Diburu Pasar

Tidak semua yang berkilau itu emas.  Para pemenang akan menerima medali yang dibuat dari logam daur ulang oleh Percetakan Uang Negara dan Institut Poligrafi Italia.

Penyelenggara mencatat medali emas berbobot total 506 gram atau sekitar 16 ons troy, tetapi hanya enam gram di antaranya merupakan emas murni, sementara sisanya berbahan perak. 

Adapun medali perunggu memiliki berat 420 gram atau sekitar 15 ons dan terbuat dari tembaga, dengan nilai material diperkirakan hanya sekitar USD 5,60 per keping. Satu ons troy diketahui sekitar 10 persen lebih berat dibanding ons biasa.

 Rumah lelang Baldwin’s di London menyebut medali emas Olimpiade terakhir yang dibuat dari emas murni diproduksi pada Olimpiade Stockholm 1912. Dengan berat hanya sekitar 26 gram, nilai emasnya saat itu diperkirakan kurang dari USD 20 atau Rp 337.120.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |