Menko Airlangga Bidik Peluang Ekspor Tambahan ke Negara Anggota APEC

2 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian atau Menko Airlangga Hartarto membidik penambahan ekspor ke negara anggota Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC). Mengingat Indonesia memiliki sejumlah komoditas unggulan.

Airlangga mengatakan, saat ini sekitar 70% ekspor Indonesia menyasar ke negara-negara APEC. Dengan penambahan ekspor, diharapkan mampu juga mengerek pertumbuhan ekonomi nasional RI.

"Indonesia perlu mendukung agar APEC berjalan secara baik karena ini adalah salah satu ekonomi terbesar dan tentu Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan dengan negara-negara APEC ini bisa kita tingkatkan ekspor kita," ungkap Airlangga usai APEC Business Advisory Council (ABAC) Meeting, di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Dia menuturkan, sejumlah komoditas andalan Indonesia yang bisa menangkap peluang ekspor tambahan. Komoditas logam dan kelapa sawit menjadi yang paling diandalkan.

"Kalau Indonesia kan tentu mendorong ekspor yang sekarang menjadi andalan yaitu pertama logam, kedua kelapa sawit, ketiga tentu yang padat karya tekstil, furnitur, apparel, shoes kemudian produk daripada agrikultur itu seperti udang dan yang lain," urainya.

Senada, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie berharap hasil diskusi dalam ABAC bisa menghasilkan rekomendasi yang tepat bagi pelaksanaan bisnis global. "Kita berharap bisa menerjemahkan realitas geopolitik dan dinamika perdagangan hari ini untuk menjadi rekomendasi kebijakan yang diharapkan bisa disampaikan kepada pimpinan kita di Shenzhen, November (2026) mendatang," jelas dia.

Fokus Diskusi ABAC

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkap sejumlah agenda dan isu strategis yang akan dibawa dalam forum APEC Business Advisory Council (ABAC) 2026.

Agenda tersebut mencerminkan peran aktif dunia usaha Indonesia dalam memberikan rekomendasi kebijakan kepada para pemimpin ekonomi APEC, khususnya terkait keterbukaan ekonomi, konektivitas, dan sinergi antarnegara.

Wakil Ketua Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kadin Indonesia, Shinta Kamdani, menguraikan bahwa ABAC Indonesia mendorong isu-isu seperti ketahanan pangan, agritech, inclusive healthcare, sustainable mining, serta transisi energi berkeadilan. 

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |