Krisis Emas China: Platform Trading Tumbang, Dana Rp 24 Triliun Terancam Lenyap!

2 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Setelah runtuhnya secara mendadak sebuah platform perdagangan emas besar di Shenzhen, China selatan, gejolak kembali melanda pasar emas swasta di negara tersebut. Kali ini, platform yang menyasar investor ritel, Ydd007, mengalami penarikan dana besar-besaran, memicu kekhawatiran akan efek domino.

Dikutip dari South China Morning Post, Kamis (5/2/2026), Ydd007 mengungkapkan kepada para investornya bahwa mereka mengalami tiga kali “penarikan dana parah” dalam beberapa hari terakhir. Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya kepanikan di industri perdagangan emas, menurut laporan Chengdu.cn, media yang berada di bawah kantor pemerintah Kota Chengdu.

Perusahaan juga mengakui adanya kekurangan dana yang cukup signifikan. Kondisi ini membuat para investor khawatir tidak bisa menarik dana mereka tepat waktu.

Sejak Sabtu, investor dari Provinsi Guizhou, Jiangxi, dan sejumlah wilayah lain dilaporkan mendatangi kantor Ydd007 di kawasan Shuibei, Shenzhen. Kawasan ini dikenal luas sebagai pusat perdagangan emas swasta di China. Para investor datang untuk menuntut pencairan dana secara langsung.

Kejadian ini muncul tak lama setelah krisis penarikan dana yang menimpa JWR, sebuah platform perdagangan logam online yang juga berbasis di Shuibei.

Harga Emas Global Anjlok, Otoritas China Turun Tangan

Gejolak di platform emas tersebut terjadi bersamaan dengan volatilitas harga emas dan perak di pasar global. Pekan lalu, kedua komoditas ini mengalami aksi jual besar-besaran.

Harga emas tercatat anjlok hampir 10% pada Jumat, menjadi penurunan harian terbesar dalam beberapa dekade, sebelum akhirnya pulih sebagian pada Selasa.

Pada Rabu, otoritas Distrik Luohu di Shenzhen mengumumkan pembentukan tim khusus untuk menyelidiki dugaan aktivitas bisnis yang tidak normal di platform JWR. Berdasarkan perkiraan investor yang dikutip media China daratan, dana yang belum dibayarkan oleh JWR diperkirakan bisa melampaui 10 miliar yuan atau sekitar USD 1,4 miliar. Jika dirupiahkan maka hampir mencapai Rp 24 triliun atau tepatnya Rp 23,58 triliun (estimasi kurs Rp 16.843 per dolar AS). 

Kawasan Shuibei sendiri menampung sebagian besar aktivitas grosir, pengolahan, dan penentuan harga emas di China. Stabilitas wilayah ini selama ini dianggap sebagai barometer utama kondisi industri emas domestik.

Emas Virtual Disorot, Risiko Investor Meningkat

Model bisnis Ydd007 diketahui mirip dengan JWR, yakni menawarkan transaksi “emas virtual” dengan leverage tinggi dan setoran margin rendah. Perusahaan menyebut sebelumnya mereka mengelola risiko dengan melakukan lindung nilai di platform lain, termasuk JWR.

Namun, setelah jalur tersebut tertutup, Ydd007 menghadapi tekanan arus kas yang berat, menurut laporan Chengdu.cn.

Platform-platform sejenis beroperasi di wilayah abu-abu antara perdagangan emas fisik dan instrumen keuangan. Hal ini memicu kekhawatiran luas di media sosial. Media China Jiemian melaporkan bahwa sejumlah platform online swasta telah menghentikan operasional sejak krisis JWR mencuat.

“Masalahnya bukan hanya dua platform ini. Banyak orang di media sosial membagikan pengalaman serupa,” tulis seorang pengguna di RedNote.

Pakar hukum mengingatkan dampaknya terhadap rumah tangga tidak bisa diremehkan.

“Penurunan tajam harga emas telah memukul banyak investor ritel, bahkan sebagian kini menghadapi tekanan utang,” ujar pengacara Deng Ping dari Guangzhou.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |