KUR BRI jadi Andalan Petani Tingkatkan Produksi dan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

3 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian nasional melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program ini terbukti menjadi solusi nyata bagi petani, tidak hanya untuk menjaga keberlangsungan usaha tani, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas serta ketahanan pangan nasional.

Salah satu penerima manfaat program ini adalah Syiro Judin Abbas, Ketua Kelompok Tani Maju Rorotan di Jakarta Utara. Mengelola lahan padi sawah seluas sekitar 2,5 hektare, Syiro menceritakan bagaimana KUR BRI membantu mengatasi tantangan permodalan yang selama ini membuat petani seperti dirinya bergantung pada tengkulak.

“Sejak memanfaatkan KUR BRI, usaha tani saya berkembang secara bertahap. Selama lebih dari tiga tahun, saya rutin mengajukan pembiayaan setiap musim tanam,” ujarnya.

Awalnya Syiro hanya memperoleh pembiayaan sekitar Rp8 juta, namun seiring berkembangnya usaha, plafon kredit yang diterima meningkat hingga Rp20 juta. Dana tersebut digunakan sepenuhnya untuk mendukung operasional pertanian, mulai dari pengolahan lahan, pembelian benih dan pupuk, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Tak hanya itu, hasil pertanian Syiro mampu menopang kehidupan keluarganya, termasuk membiayai pendidikan anak di pesantren. Ini menjadi bukti bahwa KUR BRI tak hanya menyasar penguatan usaha tani, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga petani .

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Program KUR BRI juga dinilai ikut menggerakkan perekonomian desa. Dalam hal ini, dukungan pemerintah dalam menjaga harga panen melalui penyerapan gabah oleh Bulog menjadi faktor penting. Peningkatan produktivitas dinilai sebagai kunci utama agar kesejahteraan petani terus meningkat.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa KUR menjadi salah satu instrumen strategis dalam mendukung sektor produktif, termasuk pertanian.

“Melalui KUR, BRI berupaya menghadirkan pembiayaan yang mudah diakses, tepat sasaran, serta berkelanjutan. BRI tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas usaha agar pelaku UMKM, termasuk petani, dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” ujar Hery .

BRI, lanjut Hery, juga aktif membangun kolaborasi dengan pemda, kelompok tani, dan penyuluh pertanian agar manfaat KUR semakin luas dan berdampak signifikan terhadap ekonomi lokal.

Kinerja KUR BRI 2025

Sepanjang 2025, BRI mencatat total penyaluran KUR mencapai Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia. Dari angka tersebut, lebih dari 60% dialokasikan ke sektor produksi, dengan pertanian sebagai kontributor terbesar sebesar Rp80,09 triliun atau 44,97% dari total penyaluran KUR BRI tahun tersebut.

Capaian ini menegaskan peran BRI dalam menggerakkan sektor riil dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Hingga akhir 2025, sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga di Indonesia telah mengakses fasilitas KUR BRI. Secara kumulatif sejak 2015, total KUR yang disalurkan BRI mencapai Rp1.435 triliun kepada lebih dari 46 juta penerima .

Dengan pendekatan penyaluran yang akuntabel dan transparan, BRI optimistis terus menjadi mitra strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |