Belum Setahun, Ini Progres Danantara

7 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Belum genap setahun berdiri, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan sebagai institusi investasi nasional. Dalam kurun waktu sekitar 11 bulan, Danantara telah bertransformasi pesat, mulai dari penguatan sumber daya manusia hingga perluasan peran di pasar investasi Indonesia.

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa saat ini lembaga tersebut telah didukung oleh sekitar 400 pegawai dengan total aset kelolaan yang terus tumbuh. Pencapaian ini tergolong cepat mengingat Danantara merupakan institusi yang relatif baru diperkenalkan ke publik.

“Hari ini, Danantara memiliki sekitar 400 orang dengan aset kelolaan sekitar satu triliun. Lihat betapa cepatnya perubahan dalam 11 bulan terakhir,” ujar Pandu dalam ajang Indonesia Economic Summit, Rabu (4/2/2026).

Pandu juga menyoroti dinamika pasar saham yang mengiringi perjalanan awal Danantara. Sejak pendiriannya diumumkan, indeks pasar sempat bergerak fluktuatif dari level 5.000, menembus 9.000, hingga terkoreksi ke kisaran 8.000. Fenomena ini, menurutnya, justru meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut.

“Yang menarik, sekarang justru banyak pihak yang meminta Danantara untuk terlibat aktif dalam investasi,” tambahnya.

Meski demikian, Pandu menegaskan bahwa fokus utama Danantara bukan sekadar mengejar pertumbuhan jangka pendek. Pembangunan institusi yang kuat dan penerapan tata kelola (good corporate governance) yang baik menjadi fondasi utama agar Danantara mampu bersaing secara global.

“Yang terpenting adalah membangun institusi dengan cara yang benar, memperkuat tata kelola, dan tidak hanya melihat ke belakang. Kita harus bervisioer dan berusaha bersaing dengan institusi terbaik di dunia,” tegas Pandu.

Prinsip persaingan global tersebut, menurut Pandu, juga relevan bagi pengembangan pasar modal Indonesia, termasuk Bursa Efek Indonesia (IDX). Ia menilai IDX harus berani memposisikan diri sejajar dengan bursa-bursa terkemuka di Asia. Dalam konteks ini, ia memandang demutualisasi bursa sebagai langkah strategis untuk mempercepat daya saing pasar modal nasional.

Menutup pernyataannya, Pandu mengapresiasi dukungan penuh dari regulator seperti OJK dan legislatif (DPR) terhadap agenda penguatan pasar modal ini. Ia berharap proses regulasi dapat segera rampung sehingga agenda strategis Danantara dapat terakselerasi pada paruh kedua tahun ini.

“Harapannya, ini bisa menjadi agenda utama pada paruh kedua tahun ini yang akan menjadi penggerak pasar,” pungkasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |