MPR Pede Energi Terbarukan Indonesia Tidak Kalah dengan China

14 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengklaim, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, khususnya energi surya sekitar 3.300 gigawatt dan panas bumi yang merupakan terbesar kedua di dunia. 

Kini, Indonesia tengah berencana melakukan peningkatan kapasitas energi terbarukan sebesar 52 gigawatt dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

"Tidak semuanya dapat dikembangkan, tetapi potensi besar ini tetap kita miliki. Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar,” kata dia saat acara Indonesia Economic Summit, di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Ia pun membeberkan, bahwa transisi energi di Indonesia harus dilakukan secara tertata dengan tetap mengutamakan ketahanan dan keamanan energi nasional. Ia tidak menampik, ada tantangan utama energi terbarukan yakni sifatnya yang intermiten atau tidak stabil. 

"Karena itu, saya sepenuhnya sependapat dengan catatan Hashim (Utusan Presiden Bidang Iklim Dan Energi, Hashim Djojohadikusumo) bahwa kita perlu mengembangkan energi baru, salah satunya dalam bentuk energi nuklir,” ucapnya.

Ia berkaca pada China, yang saat ini menjadi penggerak utama energi di kawasan. Negara tersebut bahkan menambah kapasitas pembangkit listrik berbasis batu bara sebesar 80 gigawatt hanya dalam satu tahun terakhir, di samping meningkatkan penggunaan gas alam. Namun, di sisi lain, Cina juga agresif mengembangkan energi terbarukan.

"China saat ini memiliki sekitar 4.000 gigawatt kapasitas energi, dan 2.200 gigawatt di antaranya berasal dari energi terbarukan. Bahkan kapasitas tenaga surya dan angin mereka sudah mencapai 1.200 gigawatt, enam tahun lebih cepat dari target,” ujar Eddy.

 Ia menilai tren tersebut sebagai sinyal positif bagi upaya transisi energi global. Maka dari itu, kata Eddy, pemerintah dan parlemen telah menyepakati kebijakan energi nasional yang baru, yang kemudian dituangkan dalam kebijakan pengembangan energi periode 2025–2034. Kesepakatan tersebut akan diperkuat melalui berbagai regulasi.

"Kami akan mendukungnya lewat RUU Energi Terbarukan, revisi UU Ketenagalistrikan, revisi UU Migas, serta mendorong pembahasan RUU Aksi Iklim,” jelas Eddy.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |