Liputan6.com, Jakarta PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung operasional pemenuhan kebutuhan energi pembangkit listrik. Hal ini dilakukan dengan memperkuat budaya Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (K3) melalui pemanfaatan aplikasi Inspekta.
Vice President K3KL PLN EPI, Imam Putra, mengatakan, penerapan Inspekta merupakan wujud nyata komitmen Perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan ramah lingkungan guna mendukung operasional pemenuhan energi primer pembangkit listrik secara optimal.
"Dengan Inspekta, setiap temuan ketidaksesuaian di lapangan bisa langsung tercatat, dikategorikan, dan dipantau tindak lanjutnya secara real-time," kata Imam, Sabtu (30/8/2025).
Menurutnya, digitalisasi pelaporan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3KL) dapat mempercepat proses identifikasi serta penanganan risiko.
“Hal ini mempercepat respons, meningkatkan akurasi data, dan memastikan setiap potensi risiko dan bahaya dapat segera diatasi,” tuturnya.
Imam menjelaskan Inspekta tidak hanya berfungsi sebagai media pelaporan, tetapi juga sebagai alat monitoring kinerja keselamatan kerja Perusahaan. Melalui parameter dan kategori temuan yang terukur, aplikasi ini mendukung pencapaian target _maturity level_ K3 serta indikator kinerja utama (KPI) di lingkungan PLN EPI.
“Kami ingin memastikan bahwa budaya safety bukan hanya slogan, tetapi benar-benar terimplementasi di seluruh lini melalui budaya pelaporan. Mulai dari level pekerja di lapangan hingga manajemen, semua pihak harus terlibat aktif dalam menciptakan Lingkungan Kerja yang aman,” tegasnya.
Penerapan Inspekta juga sejalan dengan teori piramida kecelakaan, yang menekankan pentingnya penanganan insiden kecil dan temuan minor sebelum berkembang menjadi kecelakaan serius. PLN EPI berharap langkah ini dapat memperkuat safety culture dan meminimalkan potensi kerugian dimasa depan
IKN dan PLN Sepakat, Jaringan Listrik di KIPP Jadi Prioritas Utama
Sebelumnya, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menjalin sinergi dengan PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra), untuk memastikan ketersediaan jaringan listrik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan pentingnya langkah cepat dalam penyediaan infrastruktur energi di IKN.
"Saya kira ini waktu yang tepat untuk sharing soal sinergi kita. Saat ini kita sedang membangun jalan di 1A dan 1C. Saya kira supaya bisa mempercepat pembangunan, daerah yang belum ada jaringan listrik, kita bisa mulai dari sana," ujar Basuki, Selasa (26/08/2025).
Selain membahas percepatan pembangunan jaringan listrik, pertemuan ini juga menekankan pentingnya koordinasi strategis antara Otorita IKN dan PLN dalam memenuhi kebutuhan energi di IKN, termasuk transisi menuju energi baru terbarukan.
General Manager PT PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli menyampaikan komitmen PLN untuk mendukung penuh kebutuhan energi IKN, sejalan dengan arahan dari PLN pusat.
"Kami diminta PT PLN pusat untuk bersinergi dengan Otorita IKN, menyikapi kebutuhan pengembangan energi baru terbarukan di IKN. Disampaikan bahwa agar PLN berkoordinasi, memastikan kebutuhan listrik di IKN terpenuhi, misinya adalah seratus persen energi nol bersih di 2045," tuturnya.
Jajaki Peluang dengan China
Otorita IKN juga telah menerima kunjungan resmi dari Pemerintah Provinsi Anhui, China. Sebagai langkah awal bagi Pemerintah Anhui untuk menjajaki peluang investasi, khususnya di sektor infrastruktur dan perumahan di IKN.
Anhui merupakan salah satu provinsi di China yang memiliki keunggulan di industri manufaktur dan semen. Anhui juga berperan dalam pembangunan transportasi modern, termasuk keterlibatannya pada produksi sarana Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Jakarta-Bandung (Whoosh).
Deputy Director-General, Department of Housing and Urban-Rural Development of Anhui Province, Liu Xiaohua, mengungkapkan kesiapan provinsinya untuk membuka jalur kerja sama yang lebih luas.
Pelajari Potensi IKN
"Saat ini di Provinsi Anhui terdapat banyak pengusaha besar yang bergerak di bidang manufaktur dan sektor lainnya. Harapannya, melalui penjajakan investasi hari ini, kami dapat mempelajari lebih dalam potensi yang ada di IKN serta menghadirkan investor yang tepat dari Anhui untuk berkontribusi dalam pembangunan IKN," ujar Liu beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Sudiro Roi Santoso menegaskan, IKN membuka peluang investasi seluas-luasnya.
"Saat ini sudah ada sejumlah investor dari Tiongkok yang menanamkan modal di sektor perhotelan. Kami menyambut baik minat dari Provinsi Anhui, terutama pada investasi perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah hingga tinggi," kata Sudiro Roi