Harga Emas Dunia Cetak Rekor Baru, Diramal Terus Naik hingga Segini!

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi. Pada perdagangan Senin, emas melonjak menembus level USD 5.100 per ounce, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset aman di tengah naiknya ketegangan geopolitik dan risiko fiskal global.

Mengutip CNBC, Selasa (27/1/2026), harga emas spot tercatat naik 2,4% ke level USD 5.102 per ounce, sebelum memangkas sedikit penguatan dan terakhir diperdagangkan di kisaran USD 5.086 per ounce.

Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Februari menguat 2,1% menjadi USD 5.087 per ounce.

Lonjakan harga emas dunia ini terjadi di tengah meningkatnya risiko geopolitik global. Sejumlah titik panas, mulai dari Greenland dan Venezuela hingga kawasan Timur Tengah, memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap ketidakpastian.

“Penguatan lanjutan harga emas dan perak baru-baru ini terjadi seiring munculnya isu-isu geoekonomi yang berkaitan dengan Greenland,” tulis HSBC dalam catatannya pekan lalu.

Tak hanya emas, harga perak juga ikut melonjak. Harga perak spot pada Senin naik 4,9% menjadi USD 107,9 per ounce, didorong oleh permintaan industri yang tetap solid.

Proyeksi Harga Emas

Analis Union Bancaire Privée (UBP) menyebut reli harga logam mulia didukung oleh permintaan yang berkelanjutan, baik dari investor institusional maupun ritel.

“Kami memperkirakan emas masih akan menikmati tahun yang kuat, mencerminkan berlanjutnya permintaan investasi dari bank sentral dan investor ritel, dengan target harga akhir tahun di USD 5.200 per ounce,” ujar UBP.

Sementara itu, Goldman Sachs menilai basis permintaan emas kini semakin meluas, tidak hanya bergantung pada saluran tradisional. Kepemilikan ETF emas di negara-negara Barat telah meningkat sekitar 500 ton sejak awal 2025.

Selain itu, instrumen lindung nilai baru terhadap risiko kebijakan makro, termasuk pembelian emas fisik oleh keluarga beraset besar, semakin berperan penting dalam menopang permintaan.

Bank investasi tersebut juga menaikkan proyeksi harga emas dunia untuk Desember 2026 menjadi USD 5.400 per ounce, dari sebelumnya USD 4.900 per ounce.

Goldman beralasan, kebutuhan lindung nilai terhadap risiko makro global dan kebijakan fiskal kini bersifat lebih permanen, sehingga mendorong level harga emas lebih tinggi sejak awal tahun.

Pembelian Bank Sentral

Pembelian emas oleh bank sentral juga masih kuat. Goldman memperkirakan pembelian emas oleh bank sentral rata-rata mencapai sekitar 60 ton per bulan, jauh di atas rata-rata sebelum 2022 yang hanya sekitar 17 ton. Bank sentral di negara berkembang terus mengalihkan cadangan devisanya ke emas.

Goldman menilai lindung nilai terhadap risiko kebijakan makro global, termasuk kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal, akan tetap bertahan hingga 2026. Hal ini berbeda dengan lindung nilai terkait pemilu AS yang cenderung cepat mereda setelah pemungutan suara pada akhir 2024.

“Kami berasumsi bahwa lindung nilai terhadap risiko kebijakan makro global akan tetap stabil, karena risiko yang dirasakan, seperti keberlanjutan fiskal, kemungkinan tidak sepenuhnya terselesaikan pada 2026,” tulis Goldman Sachs pekan lalu.

Lanjut Baca:

Astragraphia Buka Lowongan Kerja di Jakarta, Ini Syarat dan Kualifikasinya

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |