Menko Airlangga Minta Toko Kelontong Akses KUR Rp 300 Triliun

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah telah mengalokasikan Rp 300 triliun untuk kredit usaha rakyat (KUR). Dia berharap, fasilitas permodalan itu bisa diakses oleh yang membutuhkan.

Sebagai salah satunya, Airlangga berharap para pemilik toko kelontong mitra Sampoerna Retail Community (SRC). Dia mendorong perluasan pihak yang mengakses KUR tersebut.

"KUR terus kita dorong, tahun ini lebih dari Rp 300 triliun, dan saya berharap bahwa ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh sahabat-sahabat SRC," kata Airlangga dalam Pesta Retail 2026, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) MNC Lido, Bogor, Jawa Barat, ditulis Selasa (27/1/2026).

Aturan KUR tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Airlangga mengatakan, KUR ini bisa memudahkan para pemilik toko kelontong SRC. Pasalnya, ada fasilitas berupa subsidi bunga dari pemerintah.

"Sehingga tentu dari segi permodalan bisa lebih baik, dan karena bunganya hanya 6%, sisanya disubsidi oleh pemerintah," tandasnya.

Batas Pengajuan

Sebelumnya, Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman tidak akan membatasi pengajuan kredit usaha rakyat (KUR) mulai tahun depan, dengan pengenaan bunga flat sebesar 6 persen.

Maman menjabarkan, selama ini pengajuan KUR dibatasi pengambilannya hanya sampai empat kali saja untuk debitur sektor produksi, dan maksimal dua kali untuk debitur sektor perdagangan.

"Sekarang sudah dibuka. Jadi bisa beberapa kali, repetisinya bisa beberapa kali sampai UMKM-nya betul-betul kuat dan siap untuk lepas," ujar Maman usai mengikuti rapat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (17/11/2025).

Bunga KUR Tetap

Selain batas pengajuan, pemerintah juga akan mengenakan bunga pinjaman flat sebesar 6 persen untuk beberapa kali pengambilan. Dari sebelumnya sebesar 6 persen di pengajuan pertama, naik menjadi 7 persen di pengajuan kedua, 8 persen yang ketiga, hingga naik ke 9 persen di pengajuan keempat.

"Jadi nanti mau yang pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, semua flat 6 persen," tegas Maman.

Menurut dia, kebijakan ini dilakukan sesuai arahan dari Presiden Prabowo Subianto kepada Komite Pembiayaan melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

"Kami yang ada duduk di anggota Komite Pembiayaan UMKM, kita ingin memberikan afirmatif dan stimulus pergerakan ekonomi. Mulai awal Januari 2026," kata Maman.

Sasar Sektor Produksi

Di sisi lain, Kementerian UMKM pada 2025 ini juga mematok target, sekitar 60 persen dari target Rp 286 triliun penyaluran KUR bisa terealisasi untuk sektor produksi. Maman menyebut bahwa capaiannya sukses menorehkan sejarah baru.

"Nah ini yang pertama kali sepanjang sejarah program KUR berdiri, baru sekarang kita terrealisasi, yaitu di angka 60,7 persen. Ini kan dari tahun 2020-2024 enggak pernah sampai di 60 persen," bebernya.

"Alhamdulillah di 2025 kita 60,7 persen. Insya Allah di Desember akhir kita akan naik lagi di 61 persen," pungkas Maman Abdurrahman.

Lanjut Baca:

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 27 Januari 2026: Raja Emas dan Laku Emas Makin Kinclong!

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |