PGN Buka Pintu Buat Developer Properti Kembangkan Jargas di Wilayah Perumahan

2 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melanjutkan perluasan pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga (jargas) di berbagai wilayah Indonesia untuk menekan impor energi. Salah satu cara untuk mewujudkannya dengan menggandeng pengembang real estate.

Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, mengatakan, sebagai upaya nyata dalam mendukung ketahanan energi nasional dan menyediakan energi energi bersih dan efisien bagi masyarakat. PGN selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen untuk melakukan perluasan pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga (jargas) di berbagai wilayah Indonesia.

Pembangunan Jargas secara masif merupakan salah satu kontribusi dukungan PGN dalam menahan laju pertumbuhan impor energi pemerintah, sehingga dapat memperbaiki Current Account Defisit Migas. PGN pun berkomitmen bahwa kemitraan berperan penting untuk memperkuat pilar strategi pengembangan jargas di berbagai daerah.

"Kami terus bergerak maju agar masyarakat mendapatkan akses energi yang berkelanjutan. Jargas adalah bentuk konkret melayani sepenuh hati dalam menghadirkan energi lebih bersih, aman, dan terjangkau untuk masyarakat," kata Aldiansyah, Minggu (25/1/2026).

Guna mencapai target tersebut, PGN secara terbuka membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, pengembang perumahan (developer), real estate, hingga sektor swasta lainnya melalui skema kemitraan yang saling menguntungkan.

Aldiansyah mengungkapkan, saat ini PGN telah melayani jargas dari lebih dari 821.000 Sambungan Rumah (SR) dan memiliki pengalaman panjang dalam pembangunan lebih dari 19.000 kilometer pipa beserta layanan Jargas di berbagai wilayah.

Namun, PGN menyadari bahwa tantangan pembangunan infrastruktur energi gas bumi juga memerlukan sinergi lintas sektor. Oleh karena itu, PGN mengedepankan kolaborasi strategis agar dapat mendorong percepatan pengembangan Jargas.

Pengembangan Jargas

Salah satu kerja sama yang dilakukan PGN beberapa waktu lalu adalah penjajakan pengembangan jargas di proyek properti milik anggota Real Estate Indonesia (REI). Kerja sama ini menandai kesepakatan PGN dan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perumahan REI (DPP REI) untuk mendorong pemanfaatan gas bumi di sektor perumahan dan real estate.

PGN maupun REI berkomitmen menjalankan kerja sama sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

“Kerja sama ini bernilai strategis, karena REI memiliki jaringan anggota yang luas, sehingga dapat menjadi peluang besar untuk memperluas pemanfaatan jargas maupun kerjasama potensial lainnya,” kata Aldi. Dengan kompetensi teknis dan sumber daya dalam pengembangan Jargas yang dimiliki, PGN siap mendukung REI mulai dari desain, pembangunan, pengoperasian, penyaluran hingga pemeliharaan Jargas dalam kerja sama ini.

"Komitmen ini sejalan dengan misi ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber gas domestik," tutup Aldi.

Penyaluran Gas Bumi PGN Melonjak 11% di Akhir 2025

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencatat kenaikan konsumsi gas 11 persen saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Pada momen tersebut operasional terjaga aman dan andal.

Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, menyampaikan bahwa selama periode tersebut, masa Nataru PGN berkoordinasi dengan Satgas Nataru Holding Migas Pertamina serta Posko Bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna memastikan keandalan penyaluran gas bumi di seluruh wilayah operasi Subholding Gas.

“Secara umum, status operasional penyaluran energi Subholding Gas berada dalam kondisi aman. Untuk wilayah Sumatera, PGN masih melanjutkan proses normalisasi pascabanjir," kata Hery, Selasa (20/1/2026).

Selama periode Nataru, rata-rata realisasi niaga gas bumi tercatat sebesar 881 BBTUD, atau meningkat sekitar 11% dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya, seiring dengan peningkatan kebutuhan pelanggan. Penyaluran gas bumi untuk sektor pembangkit listrik juga berjalan dengan aman demi mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional selama periode Nataru.

"Melalui infrastruktur gas bumi yang tersebar di berbagai wilayah, PGN menjaga penyaluran gas kepada pelanggan komersial dan industri, pelanggan kecil, serta lebih dari 821 ribu pelanggan rumah tangga sehingga tetap berjalan sesuai kebutuhan,” ujar Hery.

Pada sektor transportasi, penyaluran Bahan Bakar Gas (BBG) selama periode Nataru secara umum berjalan sesuai dengan prognosa. “Sebanyak 12 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 2 Mobile Refueling Unit (MRU) terus beroperasi selama periode Nataru, dengan realisasi penyaluran mencapai lebih dari 16 ribu LSP (liter setara premium),” tambah Hery.

Pengangkutan Gas

Sementara itu, kegiatan pengangkutan gas, penyimpanan dan regasifikasi LNG, serta produksi dan pengiriman LPG berada dalam kondisi aman sesuai kebutuhan operasional.

Dari sisi layanan pelanggan, selama periode Nataru tercatat sekitar 98 persen kasus customer handling telah diselesaikan (closed), mencerminkan komitmen PGN dalam menjaga kualitas layanan kepada pelanggan.

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus memperkuat kesiapsiagaan operasional, sinergi dengan pemangku kepentingan, serta penerapan aspek HSSE. Upaya ini dilakukan untuk memastikan penyaluran gas bumi tetap andal dan berkelanjutan, sekaligus merupakan wujud perusahaan dalam melayani masyarakat sepenuh hati.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |