Harga Emas Antam Anjlok Parah 31 Januari 2026, Lengser dari Rp 3 Juta

3 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam turun tajam pada perdagangan Sabtu pagi, (31/1/2026). penurunan harga emas Antam hari ini sangat besar.

Pada Sabtu ini, harga emas Antam turun Rp 260.000. Dengan penurunan ini, harga emas Antam ukuran 1 gram ditetapkan Rp 2.860.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas dipatok Rp 3.120.000 per gram.

Untuk harga buyback emas Antam juga anjlok para yaitu sebesar Rp 285.000. Hari ini harga buyback emas Antam dipatok Rp 2.654.000. Harga buyback ini adalah jika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.654.000 gram.

Untuk diketahui, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam Sabtu, 31 Januari 2026 untuk pengiriman Eskpedisi Pulogadung Jakarta:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.480.000.‎
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.860.000.‎
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.660.000.‎
  • Harga emas 3 gram: Rp 8.465.000.‎
  • Harga emas 5 gram: Rp 14.075.000.‎
  • Harga emas 10 gram: Rp 28.095.000.‎
  • Harga emas 25 gram: Rp 70.112.000.‎
  • Harga emas 50 gram: Rp 140.145.000.‎
  • Harga emas 100 gram: Rp 280.212.000.‎
  • Harga emas 250 gram: Rp 700.265.000.‎
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.400.320.000.‎
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.800.600.000.

Harga Emas Dunia Hari ini Anjlok Lebih dari 10%

Harga emas dunia anjlok tajam pada perdagangan Jumat setelah pasar merespons pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) berikutnya oleh Presiden Donald Trump. Sentimen ini meredakan kekhawatiran investor terhadap independensi bank sentral AS dan mendorong penguatan dolar secara signifikan.

Mengutip CNBC, Sabtu (31/1/2026), harga emas spot tercatat turun sekitar 9% ke level USD 4.895,22 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas ditutup melemah 11,4% ke posisi USD 4.745,10 per ons.

Tekanan di pasar logam mulia terjadi segera setelah laporan pencalonan Warsh beredar. Pelemahan kemudian makin dalam pada sesi perdagangan AS karena banyak investor melakukan aksi ambil untung setelah reli panjang emas sebelumnya.

Kenaikan dolar AS turut memperberat tekanan harga emas. Saat dolar menguat, harga emas menjadi lebih mahal bagi investor luar negeri sehingga permintaan cenderung menurun.

Selain itu, penguatan dolar juga melemahkan narasi bahwa logam mulia bisa menggantikan dolar sebagai mata uang cadangan global.

Indeks dolar AS terakhir tercatat naik sekitar 0,8% dalam perdagangan hari yang sama.

Perak juga mengalami penurunan tajam, meski fokus utama pelaku pasar tetap tertuju pada koreksi besar di harga emas.

Gerak Ekstrem Logam Mulia

Matt Maley, strategist dari Miller Tabak, menggambarkan pergerakan pasar logam mulia sebagai kondisi ekstrem.

“Ini sudah jadi gila. Sebagian besar kemungkinan adalah aksi jual paksa. Aset ini sangat populer di kalangan trader harian dan trader jangka pendek. Ada banyak posisi leverage yang terbangun. Dengan penurunan besar hari ini, margin call langsung terjadi,” ujarnya.

Sebelumnya, pasar sempat memperkirakan Kevin Hassett menjadi kandidat kuat pengganti Jerome Powell. Namun dalam beberapa hari terakhir, nama Kevin Warsh justru memimpin di pasar prediksi.

Krishna Guha dari Evercore ISI menilai pasar membaca Warsh sebagai sosok yang cenderung ketat terhadap kebijakan moneter.

“Penunjukan Warsh seharusnya membantu menstabilkan dolar dan mengurangi — meski tidak menghilangkan — risiko pelemahan dolar yang dalam dan berkepanjangan. Itu juga yang menjelaskan mengapa emas turun tajam,” tulisnya.

Pragmatis

Meski demikian, ia mengingatkan investor agar tidak bereaksi berlebihan terhadap asumsi bahwa Warsh pasti sangat hawkish.

“Kami melihat Warsh sebagai pragmatis, bukan hawk ideologis seperti bankir sentral konservatif independen pada umumnya.”

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |