Belajar dari Aceh-Sumatera, Bos PLN Racik Skenario Baru Pulihkan Listrik Pascabencana

4 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengungkapkan telah menyusun rencana pemulihan jaringan kelistrikan baru dalam menangani daerah bencana. Menyusul pengalaman PLN dalam memulihkan jaringan listrik di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dia mengatakan, rencana pemulihan itu menjadi titik balik proses yang selama ini telah dijalankan BUMN penyedia tenaga listrik tersebut. "New contingency power plan ini untuk penanganan bencana ini haruslah komprehensif, haruslah mempertimbangkan skenario-skenario di mana kami tidak pernah terpikirkan di zaman yang dahulu," ucap Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (21/1/2026).

Dia mengakui telah belajar dari penanganan jaringan listrik pascabencana Aceh. Apalagi, banyak daerah yang harus padam dalam waktu yang lama imbas jaringan listrik terputus.

"Di dalam senario ini, misalnya bencana Aceh itu kita sebut dengan doomsday scenario, di mana kami tidak pernah terpikirkan bahkan mempertimbangkan bagaimana transmisi dari backbone Sumatera akan terputus ke sistem Aceh," ujar dia.

Hadirnya skenario ini sekaligus jadi titik balik proses penanganan kerusakan jaringan listrik PLN. Darmawan mengisahkan banyak hal yang sebelumnya tidak terpikirkan, termasuk terjangan lumpur sisa bencana di infrastruktur milik PLN.

"Kami tidak pernah memikirkan ada ribuan gardu distribusi akan terendam lumpur. Kami tidak pernah memikirkan bahwa ribuan tiang listrik tenaga tegangan rendah kami akan ambruk. Kami tidak pernah terpikirkan bagaimana setelah listrik menyalapun kami tidak bisa menyalakan rumah pelanggan kami, pelayanan publik, karena rumah-rumahnya ribuan rumah-rumah juga tertimbun lumpur," beber dia.

Atur Ulang Penanganan

Darmawan turut menyampaikan, penanganan jaringan listrik pascabencana Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat menjadi pelajaran berarti.

"Kami melakukan brainstorming ulang, kami menggeser ulang kriteria, dan kami harus bisa memfinalisasi contingency master plan dalam rangka penanganan bencana," katanya.

Menurutnya, rencana ini bertujuan untuk memperkuat keandalan sistem PLN. "Dengan (yang) tadinya menggunakan kriteria lama menjadi menggunakan kriteria baru. Kemudian juga memastikan bagaimana proses percepatan pemulihan bencana bisa berjalan dengan lebih baik," imbuh Darmawan.

Evaluasi

Sebelumnya, Darmawan mengambil evaluasi besar-besaran pascabencana Sumatera. Dia menyadari perlunya perencanaan matang dalam menangani daerah bencana.

"Setelah adanya bencana ini kami berkumpul direksi, GM, EVP, kami tidak bisa lagi tidak punya planing of contingency seperti kemarin. Saat ini kami men-tracking di mana adanya siklon huricane, arahnya kemana?," ujarnya.

"Apabila arahnya menuju Jawa Barat, seluruh sistem kami siapkan, tower emergency kami siapkan, worst case scenarionya apabila ada 15 tower yang roboh kami sudah siap, kami sudah siapkan helikopter-herlikopter yang apabila perlu digunakan dengan cepat kami akan deploy secara cepat," sambung Darmawan.

Antisipasi Wilayah Bencana

Masih konteks evaluasi, dia langsung mengarahkan setiao general manager (GM) PLN di seluruh Indonesia untuk segera bersiap. Utamanya dalam mengantisipasi adanya bencana yang perlu penanganan cepat.

"Kami berkomunikasi dengan GM GM seantero Indonesia apabila terjadi episentrum bencana baru semua siap dideploy hanya dal hitungan jam, baik orangnya maupun peralatannya," katanya.

"Ini adalah kondisi dimana kekuatan alam hanya bisa disikapi dengan perencanaan yang jauh lebih matang," tambah Darmawan Prasodjo.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |