Termasuk Thomas Djiwandono, Ini PR Menanti Para Calon Deputi Gubernur BI

10 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede, menilai jika Thomas Djiwandono terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, akan langsung dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah (PR) strategis yang menentukan kredibilitas kebijakan moneter ke depan.

Menurut dia, tantangan paling krusial adalah pemulihan kepercayaan pasar yang saat ini sangat sensitif terhadap sinyal kebijakan dan konsistensi langkah otoritas moneter.

"Namun jika Thomas terpilih, tantangan paling krusial yang perlu segera direspons adalah pemulihan kepercayaan pasar melalui kombinasi aksi dan komunikasi," kata Josua kepada Liputan6.com, Rabu (21/1/2026).

Sejatinya pekerjaan rumah ini juga akan dihadapi 2 dua calon lain yang berasal dari internal BI yakni Dicky Kartikoyono yang saat ini menjabat Asisten Gubernur - Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, serta Solikin M Juhro yang menjabat Asisten Gubernur - Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI.

Josua mengatakan, kepercayaan pasar tidak cukup dibangun lewat pernyataan normatif, melainkan kombinasi antara aksi kebijakan yang terukur dan komunikasi yang jelas.

Pasar akan menilai apakah otoritas moneter mampu merespons tekanan global dengan langkah yang kredibel, terutama di tengah dinamika nilai tukar, inflasi, dan arah kebijakan bank sentral global.

Dalam konteks tersebut, Thomas dituntut untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinan kebijakan sejak awal masa jabatannya. Konsistensi pesan, ketepatan instrumen, serta koordinasi lintas kebijakan akan menjadi penentu utama apakah pasar memberikan ruang kepercayaan atau justru meningkatkan sikap wait and see.

Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Awal

Pada sisi nilai tukar, Josua menekankan pentingnya memastikan stabilisasi rupiah berjalan kredibel tanpa menggerus daya tahan kebijakan. Hal ini mencakup pengelolaan likuiditas yang rapi, optimalisasi instrumen pasar uang, serta sinyal kebijakan suku bunga yang konsisten dengan tujuan menjaga stabilitas rupiah dan inflasi.

Kredibilitas Pasar Uang

Sementara itu, tantangan inflasi juga tidak kalah berat. Thomas perlu memastikan ekspektasi inflasi tetap tertambat, terutama ketika gejolak global meningkat dan arah dolar AS serta kebijakan bank sentral Amerika Serikat masih menjadi sumber ketidakpastian bagi pasar keuangan global.

"Di saat yang sama, ia perlu mendorong koordinasi fiskal yang menurunkan premi risiko, karena sekalipun defisit 2025 masih terjaga, pasar tetap menilai arah kebijakan ke depan dan konsistensi pembiayaannya," ujarnya.

Selain itu, ada pekerjaan teknis yang sangat menentukan kredibilitas pasar uang pada 2026, yakni memastikan transisi acuan suku bunga dari JIBOR ke IndONIA berjalan mulus, termasuk penyiapan klausul suku bunga pengganti pada kontrak lama dan penguatan instrumen pasar uang berbasis IndONIA agar pembentukan harga makin sehat.

"Dalam konteks ini, pengembangan pasar swap indeks semalam IndONIA juga penting karena membantu lindung nilai suku bunga dan memperkuat sinyal ekspektasi suku bunga tenor lebih panjang, sehingga transmisi kebijakan moneter lebih efektif," pungkasnya.

DPR Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur BI pada 23 dan 26 Januari 2026

Sebelumnya, Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) secara terbuka terhadap tiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) akan digelar Komisi XI DPR RI pada Jumat, 23 Januari dan 26 Januari 2026.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro dikutip dari Antara, Rabu (21/1/2026).

Fauzi menuturkan, fit and proper test pada Jumat, 23 Januari 2026 akan digelar dalam satu sesi yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB atau sebelum memasuki waktu ibadah shalat Jumat. Sedangkan pada Senin, 26 Januari 2026, diadakan dalam dua sesi, masing-masing pukul 10.00 WIB dan 14.00 WIB.

“(Benar) Jumat dan Senin. Hari kerja,” ujar Fauzi dikutip dari Antara.

Penyelenggaraan fit and proper test dilakukan usai DPR RI menerima Surat Presiden (Surpres) yang berisi tiga nama calon Deputi Gubernur BI, salah satunya termasuk Thomas Djiwandono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).

Adapun dua calon lainnya berasal dari internal BI yakni Dicky Kartikoyono yang saat ini menjabat Asisten Gubernur - Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, serta Solikin M Juhro yang menjabat Asisten Gubernur - Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI.

Munculnya kandidat calon Deputi Gubernur BI berawal dari adanya surat pengunduran diri yang dilayangkan oleh Deputi Gubernur BI Juda Agung kepada Presiden RI terhitung sejak 13 Januari 2026.

Pada Senin, 19 Januari 2026, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menuturkan, penyelenggaraan fit and proper test harus segera dilakukan agar kekosongan jabatan dalam jajaran Dewan Gubernur BI tidak berlangsung terlalu lama.

Punya Kompetensi

Ketika ditanya wartawan mengenai kekhawatiran isu independensi BI menyusul masuknya Thomas Djiwandono sebagai salah satu kandidat, Misbakhun menepis hal tersebut dengan menilai Wamenkeu memiliki kompetensi yang memadai sehingga layak menjadi salah satu calon Dewan Gubernur BI.

“Fit and proper terbuka, (publik) bisa menilai tentang kemampuan, kapasitas, dan sebagainya. Kalau saya menilai secara kemampuan, Pak Thomas Djiwandono adalah seorang yang mempunyai kemampuan dalam sisi akademik, dari sisi pengalaman birokrasi beliau juga ada, dan secara pribadi beliau orangnya sangat humble, rendah hati, dan menurut saya figur yang juga pantas untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia,” ujar Misbakhun.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |