Prabowo Sebut Indonesia-AS Memilih Kerja Sama Lebih Dalam hingga Akses Pasar yang Kuat

14 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto turut menghadiri US-Indonesia Business Summit 2026 (Forum Bisnis RI-AS 2026), sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja ke Amerika Serikat, yang diselenggarakan oleh the U.S. Chamber of Commerce (USCC), the US-ASEAN Business Council (USABC), dan the U.S.-Indonesia Society (USINDO) di Washington D.C., Rabu, 18 Februari 2026 waktu setempat.

Pertemuan ini diselenggarakan untuk menunjukkan dukungan kuat sektor swasta AS terhadap Pemerintah Indonesia. Pada pertemuan tersebut, Presiden Prabowo turut didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet RI Teddy Indra Wijaya dan Duta Besar RI Washington DC.

"Kunjungan ke Amerika ini untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan penting (Agreements on Reciprocal Trade-ART) yang memiliki arti penting bagi bisnis, investor, dan rantai pasok di seluruh Pasifik. Indonesia dan AS memilih kerja sama ekonomi yang lebih dalam, akses pasar yang lebih kuat, dan kepastian yang lebih besar bagi bisnis,” ujar Presiden Prabowo dikutip dari laman ekon.go.id, Kamis, (19/2/2026).

Adapun kunjungan Presiden Prabowo ke Amerika Serikat (AS) kali ini adalah dalam rangka The Inaugural Meeting of Board of Peace (BOP) dan sekaligus penyelesaian dan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART).

“Sebagai Presiden, tanggungjawab saya sangat jelas. Saya harus menyakinkan stability, predictability, and execution. Without these, confidence weakens, and with them, investment follows. Fundamental ekonomi Indonesia kuat,” ungkap Presiden Prabowo di depan Pimpinan USCC, USABC dan USINDO serta Perusahaan-Perusahaan AS yang beroperasi di Indonesia (Freeport McMoran, ExxonMobil, Pepsico, Cargill, Caterpilar, dll).

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga menuturkan, Amerika Serikat merupakan mitra strategis utama Indonesia dalam perdagangan dan investasi. Forum ini menjadi momentum penting untuk memperdalam kolaborasi sektor swasta kedua negara, khususnya pada bidang inovasi digital, kecerdasan artifisial (AI), semikonduktor, mineral kritis, ketahanan rantai pasok, dan transisi energi.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |