KKP Jamin Harga Ikan Tak Melonjak selama Ramadan 2026

16 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan harga ikan tak melonjak selama ramadan dan lebaran 2026. Peningkatan yang terjadi pun cenderung minim sehingga harganya stabil.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, KKP, Tb Haeru Rahayu mengatakan harga ikan cenderung stabil, termasuk pemgaruhnya terhadap inflasi dari komoditas ikan.

"Dari sisi perkiraan harga, nampaknya kekhawatiran implasi juga tidak perlu kita risaukan. Kenapa? Di data ini terjawab sudah, harga kenaikannya hanya di sekitaran 0,25 sampai 1,39 persen," ungkap Tb Haeru, dalam Konferenei Pers di Media Center KKP, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Data yanh ditampilkannya mencatat, kenaikan harga terbesar di ikan lele dengan 1,39 persen, kisarannya berada di Rp 24.461-24.859 per kilogram. Sementara itu kenaikan terendah ada di ikan bandeng dengan 0,24 persen pada kisaran harga Rp 24.185-24.552 per kilogram.

Tb Haeru turut mencatat tren harga ikan dari Januari, Februari, dan Maret 2026. Februari-Maret 2026 menjadi periode pelaksanaan ramadan dan lebaran 2026. Pada dua bulan ini, terpantau tren harga ikan masih cenderung stabil. Paling mahal masih lobster diperkirakan mencapai Rp 380.571 per kilogram dan ikan kerapu Rp 110.638 per kilogram.

"InsyaaAllah stok dari hasil budidaya akan stabil dan bisa memenuhi untuk kebutuhan di bulan puasa sampai lebaran mendatang," tegas dia.

Harga Cabai Naik

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap penyebab harga cabai rawit merah tembus Rp 100.000 per kilogram (kg). Curah hujan tinggi membuat petani tidak memanen hasilnya.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa memastikan kenaikan harga bukan karena tidak tersedianya stok cabai. Hanya saja, cuaca ekstrem tadi membuat petani menahan diri.

"Ini hujan yang menyebabkan memang. Kita bukan tidak ada barang. Barang sangat banyak di standing crop-nya (tanaman siap panen), tapi tidak ada yang berani metik karena hujan. Begitu hujan tinggi, tidak ada cabai, tidak bisa ada yang metik. Ini menjadi tantangan tersendiri," kata Ketut, mengutip keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).

Guyur Pasokan

Solusinya, pemerintah telah meramu respons cepat dengan menjembatani stok CRM dari daerah produsen ke para pedagang di pasar-pasar induk, seperti Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) dan Tanah Tinggi.

Harapannya pasokan CRM dari Champion Cabai binaan Kementerian Pertanian (Kementan) yang harganya masih wajar, dapat meredakan harga cabai rawit merah untuk masyarakat di Ramadan ini.

"Kami upayakan, kemarin kami sudah lakukan rapat dengan Champion. Hari ini teman-teman mencari lokasi. Kemungkinan dapat di Bandung dan sekitarnya, Lembang dan lain sebagainya. Nah kita akan dorong ke pasar induk. Jadi pasar induk kita kasih banyak cabai dulu, biar agak turun di pasar induk," kata Ketut.

Harga Cabai dari Petani

Rencananya pasokan CRM yang akan dikirimkan ke PIKJ dibanderol harga Rp 45.000 per kilogram (kg) di tingkat petani. Pedagang PIKJ siap menyerap dengan harga Rp 50.000 per kg dan ditargetkan akan melepas secara eceran ke konsumen di kisaran harga Rp 60.000 sampai 65.000 per kg.

Champion Cabai binaan Kementan yang terlibat antara lain berasal dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Enrekang Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Solok Sumatera Barat sampai Aceh. Pasokan yang disuplai ditargetkan minimal dapat mencapai 2 ton per hari selama 2 minggu ke depan.

"Karena kalau tidak turun, tidak kita serbu begini, tidak akan bisa turun. Harga bisa tetap di posisi Rp 75 sampai 80 ribu. Bahkan nanti di hilir bisa mencapai ratusan ribu. Kita akan dorong ke PIKJ dan Pasar Tanah Tinggi. Dua pasar ini harus kita dorong dulu, sehingga mereka bisa menurunkan Rp 10 ribu sampai 15 ribu," jelas Ketut.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |