Purbaya Tunggu Arahan Presiden Skema Pelunasan Utang Whoosh

15 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan masih menantikan arahan dari Presiden Prabowo Subianto terkait skema pelunasan utang Kereta Cepat Indonesia–China (Whoosh). Rencananya, pembayaran utang Whoosh ini akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepenuhnya.

"Saya masih tunggu petunjuk," kata Purbaya kepada wartawan di Gedung DPR RI, ditulis Kamis (19/2/2026).

Dengan demikian, ia menegaskan hingga saat ini belum mengetahui mekanisme pembayaran utang proyek Whoosh tersebut.

Sebelumnya, manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebutkan masalah utang Whoosh tinggal merumuskan  tata laksana penyelesaiannya. Hal tersebut diungkap oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.

“Sudah, sudah beres kan? Waktu itu Presiden (Prabowo Subianto) sudah bilang. Sudah, sudah beres,” ujar Bobby usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Total Utang Rp 116 Triliun

Menurut Bobby, fokus pemerintah saat ini adalah merampungkan mekanisme teknis pembayaran utang tersebut. Ia menegaskan, substansi persoalan utang proyek kereta cepat sudah tidak lagi menjadi masalah.

“Tata laksananya lagi dibicarakan pemerintah, sedang dirumuskan. Pokoknya sudah beres, selesai,” kata Bobby.

Isu penyelesaian utang proyek KCJB Whoosh menjadi perhatian publik lantaran nilai kewajiban yang ditanggung mencapai sekitar Rp 116 triliun. Besarnya nilai tersebut memicu kekhawatiran terkait dampaknya terhadap keuangan negara maupun keberlanjutan proyek strategis nasional tersebut.

Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk memastikan penyelesaian utang dilakukan secara hati-hati dan berkelanjutan, tanpa mengganggu stabilitas fiskal.

Arahan Presiden Prabowo soal Skema Terbaik

Terkait penyelesaian utang KCJB Whoosh, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan jajaran menterinya untuk mencari skema terbaik. Arahan tersebut mencakup pembahasan detail angka serta berbagai skenario penyelesaian utang yang dinilai paling optimal bagi negara.

Perintah tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Rabu (29/10/2025) malam. Pemerintah diminta memastikan solusi yang diambil tidak hanya menyelesaikan kewajiban finansial, tetapi juga menjaga keberlanjutan proyek kereta cepat.

Menindaklanjuti arahan tersebut, pemerintah melakukan pembahasan lintas kementerian untuk merumuskan pendekatan yang komprehensif. Penyelesaian utang ini dipandang penting karena proyek KCJB Whoosh merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan efisiensi transportasi.

Pemerintah juga menekankan pentingnya transparansi dan kehati-hatian dalam pengambilan keputusan, mengingat besarnya nilai proyek dan keterlibatan berbagai pihak di dalamnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |