Indonesia Bakal Kirim 700 Ton Ikan Patin Buat Konsumsi Jemaah Haji

12 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghitung sekitar 700 ton ikan patin akan diekspor untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Jumlah itu untuk memenuhi konsumsi 200 ribu jemaah.

Plt Direktur Jenderal Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), KKP, Machmud menyampaikan perkiraan jumlah tersebut akan diimpor. Meskipun, saat ini masih proses persetujuan atas pengajuan tersebut.

"Kalau untuk hajian itu kurang lebih sekitar kalau kemarin ya sekitar kalau 200.000 jemaah itu kita diminta sekitar 600 sampai 700 ton ya itu," ungkap Machmud, ditemui di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Sementara itu, jumlah ikan patin yang diekspor untuk umroh diperkirakan membutuhkan lebih banyak lagi. Pasalnya, umroh bisa dilakukan sepanjang tahun serta tergantung dari pilihan menu yang disediakan nantinya.

Machmud bilang, rencana ini bukan kali pertama. Indonesia pernah mengekspor ikan patin untuk jemaah haji pada 2019 lalu sebanyak 300 ton.

"Setelah itu karena covid kemudian kita akan mencoba masuk lagi ternyata ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Mudah-mudahan syarat-syarat ini segera bisa selesai sehingga kita bisa melakukan ekspor patin lagi ke Arab Saudi sana. Karena yang dikonsumsi itu patin," tuturnya.

Ada Saingan

Dia menjelaskan, nantinya akan diekspor ikan patin fillet yang jadi salah satu favorit menu jemaah haji. Selain itu, ada tuna dan cakalang kaleng yang cukup diminati juga.

"Tapi kalau untuk tuna kaleng itu Indonesia sudah ekspor ke sana, cakalang dan tuna kaleng, dan itu juga sudah digunakan untuk haji dan umrah," katanya.

Sementara itu, ada negara lain yang juga menyuplai ke Arab Saudi untuk menu makanan jemaah haji. "Memang ada saingan untuk tuna kaleng itu ada dari Thailand. Thailand pun mengekspor juga ke Arab Saudi untuk tuna dan cakalang kaleng," ujarnya.

Tim Ekspor Ikan Patin ke Arab Saudi

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkap rencana ekspor ikan patin ke Arab Saudi, utamanya untuk konsumsi jemaah haji dan umrah asal Indonesia. Sederet persyaratan diketahui sudah dilengkapi KKP.

Kepala Bada Mutu KKP, Ishartini menyampaikan, rencana ekspor tersebut telah dibahas dalam tim yang dibentuk Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

"Untuk ekspor hasil budidaya ke Arab Saudi Pak Menko Pangan sudah menyusun tim untuk ekosistem Pangan Haji dan Umroh, salah satu anggotanya adalah KKP," kata Ishartini dalam Konferensi Pers di Media Center KKP, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Negosiasi Masih Berjalan

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan negosiasi dengan Saudi Food and Drug Authority (SFDA). Utamanya memasukkan ikan budidaya dari Indonesia untuk dipasok ke Arab Saudi.

"Memang kita belum mendapatkan approval, namun demikian ini sudah di dalam proses. Seluruh persyaratan yang diminta oleh SFDA sudah kita penuhi, dalam hal ini dari pak Dirjen (perikanan) budidaya sudah memenuhi persyaratan-persyaratannya," tutur dia.

Ishartini memastikan proses koordinasi antara kedua negara masih berjalan secara aktif. Sehingga, tinggal menunggu kepastian langkah ekspor ikan patin tersebut bisa terlaksana. "Jadi kita tinggal menunggu saja, mudah-mudahan dengan adanya tim terpadu untuk ekosistem haji dan umroh ini produk budidaya bisa segera memasuki pasar Saudi Arabia," jelasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |