Awas, Ikan Pakai Formalin Bakal Langsung Ditarik KKP

10 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melarang dengan tegas penggunaan formalin dalam pengawetan ikan. Jika ditemukan, produk akan langsung ditarik dari pasaran. Kepala Badan Mutu KKP, Ishartini menjelaskan saat ini belum ada temuan ikan ber-formalin mendekati masa Ramadan. Namun, KKP sering memberikan sosialisasi mengenai ini.

"Sudah sering kami di KKP ini melakukan sosialisasi kepada para pedagang Para supplier dan sebagainya untuk tidak boleh lagi menggunakan hal itu," ucap Ishartini dalam Konferensi Pers di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Dia mengatakan, pernah ada temuan KKP ikan asin teri nasi di Jawa Tengah menggunakan formalin. KKP langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan tindakan.

Alhasil, produk yang terbukti mengandung formalin langsung ditarik dari peredaran di pasar. Gerai ikan asin teri nasinya pun, kata Ishartini kemudian ditutup.

"Jadi produk harus langsung ditarik dan kemudian kita komunikasikan dengan pengelola tempat untuk lebih disiplin lagi dalam hal menerima atau menjual produk-produk ikan untuk dikonsumsi," tuturnya.

Cara Memilih Ikan Segar

Memilih ikan segar adalah langkah krusial untuk memastikan hidangan Anda tidak hanya lezat, tetapi juga aman dan bergizi. Ikan segar memiliki beberapa karakteristik yang jelas dan mudah dikenali, yang mencerminkan kualitas dan kesegaran alaminya. Karakteristik ini dapat diamati pada berbagai bagian tubuh ikan, mulai dari mata hingga tekstur dagingnya.

Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 2729:2021, ikan segar memiliki karakteristik khusus yang dapat dikenali melalui beberapa indikator fisik. Memahami cara memilih ikan segar yang tepat akan membantu Anda mendapatkan bahan makanan berkualitas untuk keluarga.

Ikan segar didefinisikan sebagai ikan bersirip yang memenuhi kriteria mutu tertentu, seperti mata yang cembung dan jernih, insang berwarna merah tua cerah, sisik yang menempel kuat, serta daging yang padat dan elastis.

Mata Ikan: Jernih dan Menonjol

Mata ikan menjadi indikator pertama dan paling mudah untuk menilai kesegaran ikan. Ikan yang masih segar memiliki mata yang tampak terang dan jernih dengan warna hitam di bagian tengahnya. Permukaan matanya juga akan terasa menonjol ketika diraba.

Mata ikan segar terlihat jernih, terang, menonjol, dan cembung, tidak cekung ke dalam. Kondisi mata yang bening dan mengkilap menandakan ikan baru saja ditangkap atau disimpan dengan baik.

Insang: Merah Cerah dan Bersih

Insang adalah salah satu bagian tubuh ikan yang paling cepat menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas. Ikan yang segar memiliki insang berwarna merah terang atau merah tua, cemerlang dengan sedikit sekali lapisan lendir transparan. Lendir bening ini juga berbau segar khas ikan.

Sebaliknya, insang yang sudah tak layak konsumsi memiliki warna cokelat gelap atau abu-abu. Insang ikan segar tidak berlendir berlebihan dan tidak mengeluarkan bau busuk.

Aroma Khas

Bau: Aroma Laut yang Khas

Aroma ikan merupakan petunjuk penting lainnya untuk menilai kesegarannya. Ikan segar biasanya memiliki aroma yang bersih, seperti aroma laut atau air tawar yang lembut, tidak menyengat. Aroma ini khas dan menyenangkan, bukan bau amis yang tajam.

Hindari ikan yang memiliki bau amis atau menyengat, karena ini merupakan indikasi bahwa ikan sudah tidak layak konsumsi. Bau amis yang berlebihan atau bau amonia adalah tanda kuat bahwa ikan sudah mulai membusuk.

Tekstur Daging: Kenyal dan Padat

Tekstur daging ikan segar sangat penting untuk diperhatikan. Daging ikan segar kenyal, padat, dan kembali ke bentuk semula saat ditekan. Dagingnya juga memiliki sayatan yang cemerlang dan jaringan yang kuat.

Warnanya cerah dan tidak kusam, menunjukkan kualitas yang baik. Ikan yang segar memiliki daging yang menempel kuat pada tulang, tidak mudah lepas.

Kulit dan Sisik: Mengkilap dan Melekat Kuat

Kulit dan sisik ikan juga memberikan petunjuk tentang kesegarannya. Ikan segar biasanya memiliki kulit yang berkilau dan lembap. Kulitnya bersih, licin, dan tidak berlendir berlebihan.

Ciri-ciri ikan segar selanjutnya adalah sisik yang menempel kuat pada tubuh ikan. Jika sisik ikan sulit dilepas, ikan tersebut dapat dikategorikan masih segar dan mengkilat.

Ciri Lainnya

Perut, Sirip, Ekor, dan Mulut: Indikator Tambahan

Beberapa bagian lain pada ikan juga bisa menjadi penanda kesegaran. Perut ikan segar kencang dan elastis saat ditekan, tidak lembek, dan dinding perutnya kuat. Sirip dan ekor ikan segar utuh, kokoh, elastis, dan menempel kuat pada tubuh ikan.

Selain itu, mulut ikan segar akan tertutup dan tidak menganga. Semua ciri ini secara kolektif menunjukkan kondisi ikan yang optimal.

Ikan Hidup: Perilaku di Air

Untuk ikan yang masih hidup, perilaku di dalam air dapat menjadi indikator kesegaran. Ikan hidup yang segar akan berenang di dasar akuarium. Ini menunjukkan kondisi kesehatan dan vitalitas ikan yang baik.

Perilaku ini berbeda dengan ikan yang sudah lama berada di akuarium atau tidak segar, yang cenderung berenang mendekati permukaan air.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |