Kereta Petani dan Pedagang Sudah Angkut 11.428 Penumpang

9 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Kereta Petani dan Pedagang telah mengangkut sebanyak 11.428 penumpang sejak beroperasi di lintas Commuter Line Merak. Kereta khusus ini telah beroperasi sejak 1 Desember 2025 lalu.

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba mencatat pergerakan tertinggi ada di Stasiun Cikeusal dengan 3.730 pelanggan naik dan 3.511 pelanggan turun.

"Data ini memperlihatkan peran Cikeusal sebagai titik distribusi utama komoditas lokal, terutama hasil pertanian, olahan makanan, serta produk kerajinan yang dipasarkan menuju Serang, Cilegon, dan Merak," kata Anne dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).

Kereta ini bertarif Rp 3.000 dan mengandung subsidi public service obligation (PSO). KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian menghadirkan kereta khusus ini untuk menampung kebutuhan petani dan pedagang.

"Tarif perjalanan ditetapkan sebesar Rp3.000, setara dengan tarif KRL umum, sehingga tetap terjangkau bagi petani dan pedagang kecil yang bergantung pada transportasi rel untuk mendistribusikan hasil usaha mereka," kata Anne.

Dia menyampaikan modifikasi yang dilakukan Balai Yasa Surabaya Gubeng menunjukkan kesiapan fasilitas perawatan sarana dalam menghadirkan layanan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

“KAI akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi operasional berdasarkan data perjalanan dan respons pelanggan guna menjaga kualitas layanan di lintas Merak,” tutur Anne.

Dibangun di Balai Yasa Surabaya Gubeng

Kereta Petani dan Pedagang merupakan hasil modifikasi sarana yang sepenuhnya dikerjakan oleh Balai Yasa Surabaya Gubeng. Proses pengerjaan mencakup penataan ulang interior, pengaturan ruang bagasi agar terpisah dan tertib, penguatan aspek keselamatan, hingga penyesuaian akses naik turun di sejumlah stasiun.

Pengerjaan dilakukan oleh tenaga teknis internal dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna yang membawa barang dagangan dalam volume tertentu.

Secara teknis, kereta ini memiliki 73 tempat duduk dengan area bagasi khusus dan dioperasikan dalam 14 perjalanan setiap hari, terdiri dari 7 perjalanan Merak–Rangkasbitung dan 7 perjalanan Rangkasbitung–Merak yang melayani 11 stasiun.

"Setiap pelanggan diperkenankan membawa maksimal dua koli berukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm guna menjaga keteraturan selama perjalanan," tandasnya.

Diserbu di Pekan Perdana Operasional

Sebelumnya, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mencatat total penumpang Kereta Pedagang dan Petani mencapai 844 orang, pada pekan pertama sejak pengoperasian per 1 Desember 2025.

Pada awal pengoperasian pada 1 Desember 2025, volume penggunanya sebanyak 96 orang. Adapun selama satu pekan beroperasi, rata-rata volume pengguna Kereta Petani dan Pedagang tercatat sebanyak 121 pengguna.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyampaikan, secara rata-rata penggunanya mengalami peningkatan sebesar 26 persen jika dibandingkan awal pengoperasian.

"Selama minggu pertama total pengguna Kereta Petani dan Pedagang sebanyak 844 orang. Hari Sabtu, 6 Desember 2025 kemarin merupakan hari dengan volume tertinggi kereta ini, mencapai 140 orang," jelasnya, Senin (8/12/2025).

Ada 14 Perjalanan

Setiap harinya, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 14 layanan perjalanan Kereta Petani dan Pedagang yang dirangkai dengan KRL Commuter Line Merak.

"Stasiun Cikeusal sejauh ini menjadi stasiun keberangkatan dengan volume terbanyak, 287 pengguna. Sementara itu di Stasiun Rangkasbitung dan Stasiun Serang masing-masing sebanyak 167 dan 119 pengguna yang naik dari stasiun tersebut," terang Karina.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |