Kementan Ancam Cabut Izin Rumah Potong yang Jual Daging Sapi Mahal

18 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) tak segan mencabut izin Rumah Potong Hewan (RPH) yang menjual daging sapi di atas harga yang telah disepakati. Pengaturan harga ditetapkan untuk menjaga stabilitas di tingkat konsumen.

Informasi, ketentuan harga sapi bakalan hidup di tingkat feedlotter ditetapkan sebesar Rp 55.000 per kilogram bobot hidup, sementara Harga Acuan Penjualan (HAP) daging sapi di tingkat konsumen ditetapkan sebesar Rp 140.000 per kilogram (kg).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda menegaskan, pihaknya tidak menolerir pelaku usaha yang menaikkan harga di luar ketentuan yang ada.

“Surat Edaran Menteri Pertanian sudah jelas, harga di feedlotter itu Rp 55 ribu, kalau sampai jual di atas itu izinnya saya cabut, malam ini juga,” tegas Agung, dalam keterangan resmi, Selasa (10/2/2026).

Senada, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menegaskan, ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah harus dipatuhi oleh pelaku usaha sesuai regulasi.

“Jangan sampai di sini naik, lalu tentunya akan berdampak pada ketidakstabilan harga di hilirnya. Apalagi ini menjelang puasa, tentu Satgas Saber Pelanggaran Pangan akan terus turun ke lapangan sesuai arahan Kepala Bapanas memastikan stabilitas pangan terjaga,” ujar Ketut.

Pasokan Daging Dipastikan Cukup

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 3 Februari 2026, ketersediaan daging sapi nasional pada Februari 2026 berada dalam kondisi aman. Total ketersediaan daging sapi dan kerbau tercatat sebesar 241,8 ribu ton.

Sementara total kebutuhan nasional pada periode yang sama sekitar 55,3 ribu ton, sehingga neraca menunjukkan surplus sekitar 186,5 ribu ton. Kondisi ini mencerminkan kecukupan pasokan daging sapi nasional dalam menjelang HBKN.

Sebelumnya, Menteri Pertanian/Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak mengendurkan pengawasan harga pangan menjelang Ramadan. Seluruh langkah pengendalian harga dan pasokan terus dikawal agar stabilitas pangan tetap terjaga sampai Ramadan berakhir.

“Ini adalah perintah Bapak Presiden untuk menjaga stabilitas harga pangan. Pemerintah berkomitmen memastikan harga pangan tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), mulai sekarang hingga Ramadan selesai,” ujar Amran.

Harga Daging Sapi

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan harga daging sapi secara nasional masih berada dalam batas aman menjelang Ramadhan hingga Lebaran 2026. Pemerintah juga terus mengawal distribusi dan pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Budi menyebut, harga daging sapi saat ini masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, pasokan tambahan dari impor juga mulai masuk ke dalam negeri.

"Jadi begini kalau saya cek tadi itu harga daging ya rata-rata nasional kan Sekarang Rp 141-142 ribu lah HETnya kan Rp 150 ribu. Kita memang beberapa kan impor dari swasta maupun BUMN Jadi kan kalau perizinannya kan Januari kan ya baru pada keluar ya sebagian sudah nyampe ya tetep kita kemarin juga sudah ketemu BUMN untuk segera merealisasikan,” ujar Budi saat ditemui di Hotel Shangri-La, Selasa (3/2/2026).

Tak Tahan Stok

Ia juga menegaskan tidak ada praktik penahanan stok oleh pelaku usaha. Pemerintah, kata dia, telah berkoordinasi dengan dinas terkait dan para distributor untuk memastikan kelancaran pasokan menjelang lonjakan permintaan saat Lebaran.

"Jadi enggak ada itu kok ditahan-tahan (stok) juga enggak. Tapi kita menghadapi sebentar lagi Lebaran ya, kemarin kita sudah-sudah rakor dengan para dinas, para distributor pada prinsipnya siap untuk memasok. Jadi gak ada yang simpen-simpen tuh,” jelasnya.

Pemerintah akan terus memantau pergerakan harga serta kelancaran distribusi daging sapi di berbagai daerah menjelang hari besar keagamaan tersebut.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |