Liputan6.com, Jakarta - Hari Buruh Internasional, yang juga dikenal sebagai May Day, diperingati setiap tanggal 1 Mei sebagai simbol perjuangan panjang para pekerja demi mendapatkan hak-hak yang adil dan perlindungan kerja yang layak.
Peringatan ini bukan sekadar hari libur biasa, melainkan sebuah momen penting untuk merefleksikan perjuangan serta pencapaian bersejarah yang telah dilakukan oleh para pekerja dan gerakan buruh di seluruh dunia.
Asal mula peringatan ini berakar kuat dari kondisi kerja yang eksploitatif pada abad ke-19 di Amerika Serikat dan Eropa Barat, saat revolusi industri memicu tuntutan drastis terhadap jam kerja. Para buruh dipaksa bekerja hingga 16 jam sehari dengan upah rendah dan minimnya jaminan keselamatan kerja.
Dari kondisi inilah, muncul gerakan kolektif yang menuntut perubahan fundamental, yang puncaknya terjadi pada 1 Mei 1886, menjadi titik tolak penting dalam sejarah May Day. Peristiwa ini kemudian menjadi inspirasi bagi penetapan Hari Buruh Internasional sebagai hari solidaritas global.
Asal Mula May Day
Dikutip dari History.com, perjuangan ini dimulai sejak awal abad ke-19, dipicu oleh kondisi kerja yang buruk akibat Revolusi Industri di Amerika Serikat dan Eropa Barat.
Para buruh pada masa itu bekerja selama 10 hingga 16 jam sehari dengan upah yang sangat rendah dan lingkungan kerja yang tidak aman. Kondisi ini memicu berbagai aksi protes dan pemogokan, salah satunya di Amerika Serikat pada tahun 1806.
Puncaknya adalah demonstrasi besar-besaran di Chicago pada 1 Mei 1886, yang menuntut jam kerja 8 jam sehari. Namun, demonstrasi ini berujung pada tragedi Insiden Haymarket, di mana terjadi ledakan bom dan bentrokan dengan polisi, mengakibatkan korban jiwa.
Tragedi Haymarket atau Haymarket Affair
Aksi mogok yang awalnya berlangsung damai di Chicago berubah menjadi tragis. Pada tanggal 3 Mei 1886, bentrokan terjadi antara polisi dan pekerja yang mogok di pabrik McCormick Harvesting Machine Company, menyebabkan setidaknya dua demonstran tewas. Peristiwa ini meningkatkan ketegangan antara buruh dan aparat keamanan.
Untuk memprotes kebrutalan polisi, para pemimpin buruh anarkis menyerukan pertemuan massal pada tanggal 4 Mei 1886, di Haymarket Square, Chicago. Meskipun pertemuan tersebut awalnya damai, seorang yang tidak dikenal melemparkan bom dinamit ke arah polisi saat mereka berusaha membubarkan kerumunan.
Ledakan bom dan tembakan balasan dari polisi menyebabkan kematian tujuh petugas polisi dan setidaknya empat warga sipil, serta puluhan lainnya terluka. Peristiwa mengerikan ini dikenal sebagai Tragedi Haymarket atau Kerusuhan Haymarket, dan menjadi simbol perjuangan internasional untuk hak-hak pekerja.
Delapan anarkis ditangkap dan didakwa, dengan empat di antaranya dihukum gantung pada 11 November 1887. Pada tahun 1893, Gubernur Illinois John Peter Altgeld mengampuni terdakwa yang tersisa karena kurangnya bukti dan ketidakadilan persidangan, yang semakin menegaskan simbolisme tragedi ini dalam sejarah May Day.
Penetapan Hari Buruh Internasional
Tiga tahun setelah tragedi Haymarket, pada bulan Juli 1889, Kongres Sosialis Internasional Kedua diselenggarakan di Paris. Kongres ini menjadi forum penting bagi gerakan buruh global untuk menyatukan visi dan strategi perjuangan.
Dalam kongres tersebut, sebuah resolusi penting diputuskan untuk mengorganisir demonstrasi besar-besaran di seluruh dunia. Resolusi ini secara resmi menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional untuk mengenang perjuangan buruh dan memperkuat solidaritas pekerja di seluruh dunia, serta menuntut pengurangan jam kerja menjadi delapan jam per hari.
Sejak tahun 1890, tanggal 1 Mei, yang diistilahkan dengan May Day, diperingati oleh kaum buruh di berbagai negara, meskipun seringkali mendapat tekanan keras dari pemerintah mereka. Peringatan ini menjadi momen penting bagi para pekerja untuk menyuarakan tuntutan mereka dan menunjukkan kekuatan kolektif.
Sejarah May Day di Indonesia
Di Indonesia, peringatan May Day pertama kali dilakukan pada 1 Mei 1918 oleh serikat buruh Kung Tang Hwee di Semarang. Namun, peringatan ini sempat dilarang pada masa penjajahan Belanda dan Orde Baru karena dikaitkan dengan ideologi komunis.
Setelah era reformasi, peringatan May Day kembali dihidupkan dan menjadi momentum penting bagi buruh untuk menyampaikan tuntutan mereka.
Pada masa penjajahan Belanda, peringatan May Day sudah dilakukan sejak tahun 1918, meskipun seringkali dihambat oleh pemerintah kolonial.
Setelah kemerdekaan, May Day menjadi momentum penting bagi gerakan buruh Indonesia. Namun, pasca peristiwa G30S/PKI, perayaan May Day sempat terhenti karena kebijakan pemerintah Orde Baru.
Baru pada tahun 2013, May Day ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia, sebuah pengakuan atas perjuangan dan kontribusi kaum buruh.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya perjuangan panjang para pekerja untuk mendapatkan pengakuan dan hak-hak mereka. Perjuangan untuk mendapatkan pengakuan sebagai hari libur nasional ini mencerminkan betapa pentingnya peran buruh dalam pembangunan Indonesia.
Tokoh-Tokoh Penting dalam Perjuangan May Day
Meskipun tidak ada satu tokoh yang dapat disebut sebagai pencetus tunggal May Day, beberapa tokoh penting berperan dalam gerakan buruh awal di Amerika Serikat, seperti Peter McGuire dan Matthew Maguire, yang aktif mengorganisir mogok kerja dan menyerukan jam kerja delapan jam. McGuire bahkan memimpin pawai Hari Buruh pertama di New York pada tahun 1882.
Namun, penting untuk diingat bahwa keberhasilan penetapan May Day adalah hasil kerja keras banyak individu dan organisasi buruh.
Di Indonesia, sejarah May Day juga penuh dinamika. Peringatan pertama kali dilakukan pada tahun 1918 di masa penjajahan Belanda, meskipun seringkali terhambat oleh kebijakan kolonial.
Setelah kemerdekaan, May Day menjadi momen penting bagi gerakan buruh Indonesia. Namun, pasca peristiwa G30S/PKI tahun 1965, pemerintah Orde Baru sempat melarang kegiatan buruh yang dianggap terkait dengan komunisme, sehingga perayaan May Day sempat terhenti.
Baru pada tahun 2013, May Day kembali ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia, menandai pengakuan pemerintah atas perjuangan dan kontribusi kaum buruh terhadap pembangunan bangsa.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415612/original/089270400_1763382320-033a1940-a31e-482e-a04a-cd8ea7ac3e55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/804918/original/013227900_1422934136-Ilustrasi-Pajak-150203-2-andri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3074152/original/006306400_1583926229-20200311-SPT-2020-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570861/original/016661200_1777545721-Menteri_Perdagangan_Budi_Santoso-30_April_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570811/original/037515700_1777542653-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570598/original/048599100_1777532063-whatsapp-image-2026-04-29-at-09-37-15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570802/original/001070200_1777542477-WhatsApp_Image_2026-04-30_at_15.25.37__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570797/original/092025300_1777542229-IMG_0367.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4366818/original/036474400_1679394117-20230321-Pelaporan-SPT-Karyawan-dan-Staf-Kesekjenan-DPR-Tallo-xl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570779/original/051007300_1777540960-WhatsApp_Image_2026-04-30_at_10.46.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4762787/original/061059400_1709635135-20240305-Pelaporan_SPT-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570707/original/019460800_1777537659-Tugu_Insurance.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3074157/original/083552400_1583926232-20200311-SPT-2020-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570477/original/049559800_1777527570-whatsapp-image-2026-04-29-at-09-40-25.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980730/original/050353700_1648714874-20220331-Laporan-SPT-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2659825/original/099598800_1547045792-KERETA_API-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540889/original/074569200_1774841000-6.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5298767/original/009113000_1753771561-ChatGPT_Image_Jul_29__2025__01_39_11_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5060123/original/044622900_1734755477-1734751481183_tips-membeli-emas-perhiasan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3601860/original/065983700_1634177953-000_9PJ4CW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350921/original/021950500_1758011042-Gemini_Generated_Image_5ndq1c5ndq1c5ndq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500395/original/031439800_1770863987-IMG_9906.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469930/original/003679600_1768191721-Depositphotos_20063789_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2223019/original/002199300_1526975195-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462039/original/059715200_1767501896-eb7a855e-41aa-4aed-9f9b-682a9ff4172a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3188318/original/047441700_1595493633-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459918/original/090733700_1767180752-1000194105.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2849793/original/011745700_1562754395-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723185/original/051536300_1705921815-fotor-ai-2024012218929.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534516/original/032481400_1773830288-6_25_juta_orang_berangkat_mudik_menggunakan_angkutan_umum-18_Maret_2026a.jpg)