Pertamina Drilling Siapkan Jack Up Rig untuk Dukung Pengembangan Lapangan Gas Mako

4 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) melalui Konsorsium PDSI–ADES memperoleh kontrak penyediaan jack up rig pengeboran guna mendukung pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung. Lapangan tersebut dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) West Natuna Exploration Limited (WNEL).

Lapangan Mako berada di lepas pantai Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada kedalaman laut sekitar 80 meter. Proyek ini dinilai menjadi salah satu pengembangan strategis untuk menambah pasokan gas nasional.

Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita mengatakan, penyediaan rig itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional.

“Pertamina Drilling bersama ADES siap mendukung penuh pengembangan Lapangan Mako melalui penyediaan jack up rig yang andal dan berstandar keselamatan tinggi. Ini merupakan kontribusi nyata kami dalam mendukung peningkatan pasokan gas nasional,” ujar Avep.

Ia menjelaskan, pengembangan Lapangan Mako memiliki arti penting karena potensi gas dari kawasan Natuna dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dalam negeri. Selain itu, proyek tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional dan menopang peningkatan lifting migas Indonesia.

Berdasarkan rencana pengembangan, Lapangan Gas Mako diperkirakan dapat memproduksikan sekitar 120 juta standar kaki kubik gas per hari atau MMSCFD.

Avep menambahkan, keberhasilan proyek ini tidak hanya berdampak pada kenaikan produksi, tetapi juga berpotensi memberi efek berganda bagi perekonomian nasional.

“ Kami berharap proyek ini berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat optimal bagi bangsa dan negara Indonesia. Ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong peningkatan produksi migas nasional,” kata dia.

Sebagai perusahaan jasa pengeboran yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, Pertamina Drilling menyatakan terus memperkuat perannya dalam mendukung program strategis hulu migas. Langkah itu dinilai penting, terutama untuk menghadapi tantangan penurunan produksi alamiah (natural decline) serta kebutuhan energi domestik yang terus meningkat.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |