Harga BBM Nonsubsidi Pertamax Tetap, Khusus Pertamax Turbo, Dexlite, dan Dex Berubah Mulai 18 April 2026

8 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kelas premium yang berlaku mulai Sabtu, 18 April 2026. Jenis BBM yang naik meliputi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex

Meskipun demikian, Pertamina tetap mempertahankan harga BBM untuk jenis Pertamax dan Pertamax Green 95, serta BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar.

Dalam laman resminya, Sabtu (18/4/2026), Pertamina menyebut penyesuaian harga BBM umum itu dilakukan sesuai formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bahan bakar minyak umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum.

Formula tersebut selaras dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai Perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020. 

Regulasi ini menjadi landasan hukum bagi Pertamina dalam menetapkan harga jual eceran BBM nonsubsidi, memastikan transparansi dan akuntabilitas.

Keputusan untuk menaikkan harga BBM ini diambil sebagai respons terhadap dinamika pasar energi global. Seperti diketahui jika pembentuk harga BBM antara lain harga minyak dunia yang melambung hingga mencapai USD 100 per barel sejak perang Iran-Israel dimulai.

Faktor lain yang mempengaruhi harga BBM adalah kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang juga melemah hingga menyentuh Rp 17.000 per USD.

Kondisi ini secara langsung memengaruhi biaya produksi dan distribusi BBM di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penyesuaian harga BBM sejatinya telah dilakukan banyak negara di saat Indonesia melalui Pertamina memutuskan untuk mempertahankannya di awal April 2026.

Rincian Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Jenis BBM nonsubsidi Pertamina mengalami kenaikan harga adalah Pertamax Turbo (RON 98), yang kini dibanderol Rp19.400 per liter di wilayah DKI Jakarta. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp6.300 per liter dari harga sebelumnya yang tercatat Rp13.100 per liter per 1 April 2026.

Selain Pertamax Turbo, jenis Dexlite (CN 51) juga mengalami penyesuaian harga. Harga Dexlite ditetapkan sebesar Rp23.600 per liter, naik Rp9.400 per liter dari harga per 1 April 2026 yang sebesar Rp14.200 per liter.

Kenaikan serupa juga terjadi pada Pertamina Dex (CN 53), yang kini harganya menjadi Rp23.900 per liter, meningkat Rp9.400 per liter dari harga sebelumnya Rp14.500 per liter.

Kenaikan harga ini merupakan bagian dari evaluasi berkala Pertamina, yang mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah.

Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa harga-harga ini dapat bervariasi di setiap daerah tergantung pada pajak daerah dan biaya logistik yang berlaku. Konsumen disarankan untuk selalu memeriksa informasi terbaru melalui kanal resmi Pertamina.

Jenis BBM yang Tidak Berubah Harga dan Subsidi

Di tengah kenaikan harga beberapa produk nonsubsidi, PT Pertamina (Persero) juga memastikan bahwa tidak semua jenis BBM mengalami perubahan harga. Jenis Pertamax (RON 92) tetap stabil di harga Rp12.300 per liter.

Demikian pula dengan Pertamax Green 95, yang harganya dipertahankan di Rp12.900 per liter, memberikan pilihan bagi konsumen yang mencari BBM dengan oktan tinggi namun harganya tidak berubah.

Selain itu, komitmen Pertamina untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi tetap terjaga. Harga Pertalite, sebagai salah satu BBM subsidi yang paling banyak digunakan masyarakat, masih dipertahankan pada Rp10.000 per liter. Begitu pula dengan Biosolar, BBM subsidi lainnya, yang harganya tetap Rp6.800 per liter.

Kebijakan mempertahankan harga BBM jenis tertentu ini menunjukkan upaya Pertamina untuk menyeimbangkan kondisi pasar global dengan daya beli masyarakat. Dengan demikian, meskipun ada kenaikan pada beberapa produk nonsubsidi, masyarakat masih memiliki pilihan BBM dengan harga yang stabil, terutama untuk kebutuhan sehari-hari.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |