Indeks Kepercayaan Industri RI Turun, Gara-Gara Ini

1 week ago 14

Liputan6.com, Jakarta Indeks Kepercayaan Industri (IKI) di Indonesia mencapai nilai sebesar 52,98, pada Maret 2025.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief mengungkapkan bahwa angka tersebut menandai sedikit perlambatan hingga 0,17 poin, di mana pada bulan Februari 2025 nilai IKI mencapai 53,15.

Nilai IKI pada Maret 2025 juga melambat 0,07 poin dari yang tercatat di periode yang sama tahun lalu sebesar 53,05.

“Sebanyak 21 subsektor mengalami ekspansi, di mana kontribusi 21 subsektor yang ekspansi tersebut terhadap PDB triwulan IV 2024 sebesar 96,5 persen,” ungkap Febri dalam Konferensi Pers IKI Maret 2025 yang disiarkan pada Rabu (26/3/2025).

Artinya, dari 23 subsektor yang dikelola oleh Kementerian Perindustrian, hampir sebagian besar subsektor penyumbang PDB nasional berada pada posisi atau berstatus ekspansi.

Peningkatan IKI Tertinggi

Febri mengungkapkan, subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah industri percetakan reproduksi media rekaman, industri farmasi, produk obat kimia, dan obat tradisional.

“Untuk industri yang mengalami ekspansi paling tinggi, kita lihat industri pencetakan dan reproduksi media rekaman, dan industri farmasi, mengalami ekspansi, memiliki IKI tertinggi,,” bebernya.

Sementara itu, terdapat dua subsektor yang mengalami kontraksi yakni subsektor karet, barang dari karet, barang dari plastik, serta subsektor industri furniture.

Adapun industri pencetakan dan reproduksi itu yant mengalami permintaan yang cukup tinggi, terutama terkait dengan kemasan produk industri makanan dan minuman.

“Kita tahu bahwa industri makanan dan minuman banyak melakukan produksi dalam menyambut bulan Ramadan dan Lebaran, sehingga membutuhkan banyak pengemasan produk,” imbuh Febri

Industri farmasi, produksi obat kimia dan obat tradisional juga mengalami permintaan yang cukup tinggi, terutama pada sisi industri farmasi. Febri menjelaskan, perkembangan ini disebabkan karena meningkatnya permintaan di subsektor tersebut.

Percapatan ekspansi terjadi juga pada nilai IKI persediaan produk sebesar 0,34 poin, menjadi 53,86.

“Nilai ini di atas 50, artinya ekspansif,” beber Febri.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |