Bahlil Ungkap Alasan Impor Etanol dari Amerika Serikat

17 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkap rencana impor etanol dari Amerika Serikat (AS). Impor itu disiapkan untuk mandatori campuran etanol ke BBM pada 2028.

Dia menjelaskan, ada kewajiban BBM campir etnaop 5-10 persen pada 2028 nanti. Tujuan utamanya, menumbuhkan produksi dalam negeri, namun, untuk mencapai skala penuh, Bahlil membuka ruang untuk impor.

"Namun sampai dengan produksi kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka ruang untuk kita melakukan impor boleh saja, termasuk impor dari Amerika sampai dengan kebutuhan produksi kita dalam negeri terpenuhi. Ini paralel aja sebenarnya, paralel aja biasa," kata Bahlil dalam konferensi pers daring, dikutip Sabtu (21/2/2026).

Dalam hitungan Bahlil, produksi bioetanol dalam negeri belum bisa memenuhi langsung kebutuhan mandatori tersebut. Alhasil, sebagian lainnya didatangkan dari impor.

"Sebagian memang industri dalam negeri sudah ada. Antara konsumsi dan produksi dalam negeri itu kekurangannya berapa itu yang bisa kita impor. Jadi impor itu adalah untuk mengisi kekurangan daripada kebutuhan konsumsi dalam negeri," kata dia.

Indonesia diminta untuk melakukan impor komoditas energi dari AS senilai USD 15 Miliar per tahun. Ini merujuk pada minyak mentah, BBM, hingga LPG. 

Penggunaan Etanol Buat Industri

Pada konteks impor etanol ini, kata Bahlil, tak sepenuhnya untuk dicampur dengan BBM. Namun, etanol juga dibutuhkan oleh industri di Tanah Air. "Ini sebenarnya tidak hanya pada konteks pencampuran dengan bensin tapi juga untuk industri-industri lain yang dibutuhkan karena selama ini memang kita juga masih membutuhkan impor," ujarnya.

Bahlil melihat, Indonesia bisa mendapat keuntungan tambahan dengan mengalihkan sebagian sumber impor etanol ke AS. Ditambah lagi, dalam Agreement on Resiprocal Trade (ART), impor etanol dibebaskan dari tarif bea masuk.

"Ini menguntungkan kita sebenarnya, kita melakukan impor dari sini ini tarifnya masuk 0 persen harganya lebih murah sehingga industri kita lebih kompetitif dalam memakai bahan baku daripada etanol," jelas Bahlil.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |