Catatan BI Soal Nilai Tukar Rupiah dan Yield SBN

15 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan yield Surat Berharga Negara (SBN). Yield SBN 10 tahun terpantau naik, meski Rupiah melemah tipis. Perkembangan indikator nilai tukar rupiah dan yield SBN itu didasarkan pada kondisi perekonomian global dan domestik terkini. 

Melalui laman resminya, BI mencatat Rupiah ditutup di level Rp 16.870 per dolar AS pada Kamis, 19 Februari 2026. Kemudian, Yield SBN 10 tahun naik ke 6,44%. DXY atau indeks dolar menguat ke level 97,93. Serta, Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun naik ke 4,067%.

Selanjutnya, pada Jumat 20 Februari 2026 tercatat rupiah melemah. Yakni, Rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.880 per dolar AS. Serta, Yield SBN 10 tahun naik ke 6,45%.

"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya, Sabtu (21/2/2026).

BI Borong SBN Rp 173,4 T

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) akan membeli surat berharg negara (SBN) sebanyak Rp 173,4 triliun di pasar sekunder. Ini jadi langkah strategis bank sentral dan pemerintah dalam rangka pertukaran utang (debt switch).

Pembelian SBN oleh BI dari pasar sekunder akan dilakukan dari pelaku pasar dan melalui mekanisme pertukaran SBN secara bilateral (bilateral debt switch) dengan Pemerintah, yang dapat diperdagangkan di pasar (tradeable) dengan menggunakan harga pasar yang berlaku sesuai mekanisme pasar. 

"Pelaksanaan transaksi debt switch SBN dengan Pemerintah tahun 2026 direncanakan sesuai dengan jumlah SBN yang jatuh tempo tahun 2026 sebesar Rp 173,4 triliun dan dilakukan secara bertahap terhadap SBN yang dimiliki Bank Indonesia dengan setelmen sebelum jatuh tempo sesuai ketentuan yang berlaku," tulis keterangan resmi BI-Kemenkeu, Sabtu (21/2/2026).

Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia bersepakat penerbitan SBN oleh Pemerintah dan pembelian SBN dari pasar sekunder oleh Bank Indonesia akan dilakukan dengan berdasar kepada prinsip-prinsip kebijakan fiskal dan moneter yang pruden serta tetap menjaga disiplin dan integritas pasar (market discipline and integrity). 

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |