Liputan6.com, Jakarta Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi melaporkan, pergerakan arus mudik telah mencapai 30 persen hingga Selasa, 25 Maret 2025.
Angka itu didapat dari hasil pemantauan arus mudik Lebaran di sejumlah titik CCTV. Pemantauan ini dilakukan melalui Pusat Informasi Transportasi (Pusintrans) dan Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Kemenhub di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan.
Melalui pantauan di Pusintrans, Menhub mengaku dapat melihat pergerakan para pemudik di kawasan Pelabuhan Merak dan Bakauheni, arus tol di kawasan Jabodetabek, serta sejumlah stasiun kereta.
"Untuk arus mudik melalui jalur darat, kami mendapatkan informasi sudah mencapai kenaikan 30 persen dari pergerakan normal harian. Kami memantau ketat arus mudik melalui darat ini. Sementara untuk arus mudik melalui udara, laut, dan kereta pergerakannya terukur sesuai kapasitas moda transportasi," jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/3/2025).
Menhub menyampaikan, pemantauan dilakukan melalui kamera pengawa/CCTV yang tersebar di berbagai titik dan bisa diakses melalui Pusintrans. Selain itu, Kemenhub juga menyiapkan drone untuk menambah akses pantauan.
Melalui Pusintrans, traffic counting atau pengukuran volume lalu lintas kendaraan di jalan arteri maupun di jalan tol dapat dipantau. Dengan begitu, Kemenhub bekerja sama dengan Kepolisian dapat berkoordinasi dalam mengambil langkah antisipatif yang dibutuhkan.
"Dari sini dapat terlihat parameternya, kapan dibutuhkan rekayasa contraflow satu lajur, dua lajur, atau kapan dibutuhkannya rekayasa one way. Jika terjadi lonjakan kapasitas tol masih bisa menampung kendaraan, tetapi tentunya dengan perlakuan rekayasa-rekayasa ini," urainya.
Setelah memantau arus mudik melalui Pusintrans, Menhub bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaaan (Menko PMK), Pratikno, melakukan rapat koordinasi secara virtual dengan sejumlah Posko Angkutan Lebaran Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Kemenhub.
Menko PMK Pratikno berharap para petugas dapat terus melakukan monitoring dan melakukan respon cepat terhadap segala pergerakan yang terjadi di lapangan.
"Berbagai upaya telah kita lakukan bersama. Terima kasih atas kerja keras para petugas dalam mengawal mudik. Saya lihat persiapan dari Kemenhub juga jauh lebih matang, inovasinya di lapangan juga baik sekali, termasuk konsilidasi dengan para stakehokder," ungkapnya.
"Saya berharap, walaupun ada kenaikan jumlah pemudik, bisa dikelola dengan baik sehingga masyarakat dapat mudik dengan lancar, aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan," pungkas Pratikno.