Pidato di DPR, Prabowo Sebut Belanda Pernah Kaya karena Menguasai Nusantara

18 hours ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyinggung sejarah kolonialisme Belanda saat menyampaikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan agar masyarakat Indonesia tidak merasa rendah diri atau terlalu mengagumi bangsa lain tanpa memahami konteks sejarah yang melatarbelakanginya.

"Jangan kagum dengan bangsa yang kaya dengan merampas dari kekayaan bangsa lain. Jangan kita rendah diri, jangan kita selalu mengagumi apa yang mereka ajarkan padahal mereka sendiri tidak menjalankan apa yang mereka ajarkan kepada kita," kata Prabowo.

Meski demikian, dia menegaskan bahwa pernyataannya bukan ditujukan untuk menumbuhkan kebencian terhadap negara lain.

"Saya tidak mengajak kita untuk membenci siapa pun, saya tidak mengajak kita membenci bangsa lain. Tapi kita harus belajar dari sejarah," ujarnya.

Prabowo kemudian mengutip sebuah adagium yang menekankan pentingnya memahami sejarah agar kesalahan yang sama tidak terulang.

"Ada suatu adagium bahwa mereka yang tidak belajar dari sejarah akan dihukum sejarah," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo secara khusus menyinggung Belanda yang menurutnya pernah menjadi negara dengan tingkat pendapatan per kapita tertinggi di dunia selama beberapa abad.

"Negara Belanda dari sejak tahun 1500, dilanjutkan 1600, dilanjutkan 1700, dilanjutkan 1800 memiliki PDB per kapita tertinggi di dunia selama itu," kata Prabowo.

Dia menilai kondisi tersebut tidak lepas dari penguasaan wilayah Nusantara pada masa kolonial.

"Negara yang dari utara ke selatan tidak sampai delapan jam naik kendaraan bisa memiliki PDB tertinggi di dunia karena mereka menguasai Nusantara kita, mereka menguasai wilayah yang sekarang adalah Republik Indonesia," ujarnya.

Prabowo kemudian mengaitkan pelajaran sejarah tersebut dengan visi ekonomi para pendiri bangsa. Menurut dia, tokoh seperti Soekarno dan Mohammad Hatta telah menyiapkan arah pembangunan ekonomi nasional melalui konstitusi.

"Pendiri negara yang dipimpin Bung Karno, Bung Hatta, dan mereka yang menyusun undang-undang kita telah menetapkan cetak biru perekonomian bangsa kita. Cetak biru itu dituangkan dalam Pasal 33 UUD 1945," kata Prabowo.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |