Peringati Isra Miraj, Ini Pesan Menyentuh Purbaya kepada Umat Muslim

5 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan ucapan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah kepada masyarakat Indonesia. Pesan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun media sosial resminya @menkeuri.

Dalam unggahan di Instagram, Menkeu Purbaya mengajak umat Muslim untuk menjadikan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

"Selamat memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Semoga nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW senantiasa menguatkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT," tulis Purbaya dalam keterangannya, dikutip dari akun @menkeuri, Jumat (16/1/2026).

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan peringatan Isra Mikraj sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat persatuan dan kepedulian sosial, khususnya kepada sesama anak bangsa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bersama.

"Serta menumbuhkan semangat persatuan dan kepedulian kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air kita," ujarnya.

Menutup pesannya, Purbaya Yudhi Sadewa berharap agar Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, keberkahan, serta rahmat-Nya kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan, berkah, dan rahmat-Nya kepada kita semua," pungkasnya.

Apa itu Isra Miraj?

Isra Miraj menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah umat Islam yang diperingati setiap tahun oleh umat Muslim di seluruh dunia. Peristiwa ini mengisahkan perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dalam satu malam pada tanggal 27 Rajab, yang membawa banyak makna bagi umat Islam.

Melansir dari Nu Online, Jumat (16/1/2026), Isra Miraj terdiri dari dua bagian perjalanan, Isra, perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, dan Miraj, perjalanan dari Masjidil Aqsa ke langit tertinggi, yaitu Sidratul Muntaha.

Pada peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW juga menerima perintah untuk menunaikan sholat lima waktu sehari semalam.

Dikutip dari laman Kementerian Agama RI, Isra Miraj terjadi pada masa akhir kenabian di Makkah, beberapa waktu sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Menurut banyak ulama, peristiwa ini terjadi antara tahun 620-621 Masehi, meskipun ada beberapa pendapat yang berbeda mengenai tanggal pastinya.

Makna Peristiwa Isra Miraj

Isra Miraj mengandung makna yang dalam bagi umat Islam. Kata "Isra" merujuk pada perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, sementara "Miraj" merujuk pada perjalanan Nabi dari bumi ke langit hingga Sidratul Muntaha.

Alquran sendiri mengangkat kemuliaan Masjidil Aqsa, yang menjadi tujuan pertama perjalanan Nabi dalam peristiwa Isra Miraj.

"Maha suci Allah, yang telah memberi jalan hambanya pada suatu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah maha mendengar lagi maha melihat." (QS. Al-Isra: 1)

Sementara itu, Miraj adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang mengarah kepada pertemuan dengan Allah SWT dan menerima perintah penting, sholat lima waktu.

Awalnya, Allah memerintahkan 50 kali sholat, tetapi melalui permintaan Nabi Muhammad SAW yang mendapatkan masukan dari Nabi Musa, akhirnya jumlah sholat tersebut dikurangi menjadi lima waktu sehari semalam.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |