Harga Perak Hari Ini Terjun Bebas: Antam Turun Rp 3.200, Global Melemah Signifikan

2 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Pergerakan harga perak menunjukkan volatilitas tinggi pada pekan ini, dengan penurunan drastis yang terjadi pada Jumat, 13 Februari 2026. Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau anjlok sebesar Rp 3.200 per gram, mencapai level Rp 47.850 per gram. Kondisi ini berbanding terbalik dengan hari sebelumnya, Kamis, 12 Februari 2026, di mana harga perak Antam sempat menguat.

Tidak hanya di pasar domestik, harga perak di pasar global juga menunjukkan tren pelemahan yang signifikan. Data terbaru mencatat harga perak spot dunia menurun ke level USD 75,78 per troy ons pada Jumat pagi. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi makro, termasuk data ketenagakerjaan Amerika Serikat dan sentimen pasar global.

Investor dan pelaku pasar kini mencermati lebih jauh dinamika yang memengaruhi harga logam mulia ini. Perubahan harga yang cepat ini menyoroti pentingnya pemahaman terhadap faktor-faktor fundamental dan teknikal yang membentuk pasar perak. Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai pergerakan harga perak Antam dan global, serta faktor-faktor yang memengaruhinya.

Fluktuasi Harga Perak Antam

Harga perak Antam menunjukkan pergerakan yang cukup dramatis dalam dua hari terakhir. Pada Jumat, 13 Februari 2026, harga perak Antam anjlok drastis sebesar Rp 3.200, sehingga mencapai level Rp 47.850 per gram. Penurunan ini terjadi setelah pada Kamis, 12 Februari 2026, harga perak murni Antam sempat menguat sebesar Rp 200, mencapai level Rp 51.050 per gram.

Untuk ukuran yang lebih besar, harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram pada 12 Februari 2026 dipatok sebesar Rp 13.162.500, dengan harga termasuk PPN 11% menjadi Rp 14.610.375. Sementara itu, perak murni 500 gram memiliki harga dasar Rp 25.525.000, dengan harga setelah PPN 11% mencapai Rp 28.332.750. Produk perak Antam Heritage juga mengalami penyesuaian harga.

Perak Antam Heritage dengan berat 31,1 gram tercatat seharga Rp 2.135.465, dan setelah PPN 11%, harganya berada di kisaran Rp 2.370.366. Untuk ukuran 186,6 gram, harga perak Antam Heritage adalah Rp 11.691.226, dengan harga termasuk PPN 11% di level Rp 12.977.621. Informasi harga perak ini diperbarui pada pukul 10.54 WIB, memberikan data terkini bagi investor.

Dinamika Harga Perak Global

Pergerakan harga perak di pasar global juga menunjukkan tren pelemahan. Pada Jumat, 13 Februari 2026, hingga pukul 06.45 WIB, harga perak di pasar spot melemah 0,84%. Penurunan ini membawa harga perak global ke level USD  75,78 per troy ons. Sementara itu, perak berjangka saat ini berada di USD 76,015 setelah penutupan sebelumnya di 83,920 USD.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan hari sebelumnya, Kamis, 12 Februari 2026, di mana harga perak terpantau menguat 2,32% ke level US$ 82,20 per troy ons berdasarkan pantauan dari Kitco.

Namun, laporan lain dari Trading Economics menunjukkan bahwa perak jatuh menjadi 74,81 USD/t.oz pada tanggal yang sama, turun 11,26% dari hari sebelumnya. Harga perak dunia juga dilaporkan turun lebih dari 1% menjadi sekitar USD 83 per ons, membalikkan kenaikan sesi sebelumnya.

Pelemahan ini terjadi setelah data pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan meredam ekspektasi penurunan suku bunga jangka pendek oleh Federal Reserve (FED). Volatilitas signifikan telah melanda pasar perak dalam beberapa hari terakhir, dengan kenaikan besar diikuti oleh koreksi.

Faktor Pemicu Pergerakan Harga Perak

Beberapa faktor fundamental dan sentimen pasar berperan besar dalam menentukan pergerakan harga perak. Salah satu pemicu utama pelemahan harga adalah data pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan. Data ini cenderung meredam ekspektasi Federal Reserve untuk segera menurunkan suku bunga, yang pada gilirannya dapat menekan harga logam mulia seperti perak.

Selain itu, harga perak sangat dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran global. Faktor-faktor seperti perubahan teknologi, aktivitas daur ulang perak, kondisi ekonomi makro, minat investor terhadap aset safe haven, nilai tukar dolar AS, serta rasio Emas-Perak turut berkontribusi pada fluktuasi harga. Pasar perak juga mengalami volatilitas signifikan akibat kekhawatiran kekurangan pasokan dan peningkatan permintaan industri, yang kemudian diikuti oleh koreksi karena aksi ambil untung dan tekanan pasar secara keseluruhan.

Gelombang likuidasi yang luas di pasar keuangan juga menjadi penyebab perak anjlok. Investor terpaksa menjual logam mulia untuk mengumpulkan kas di tengah tekanan pasar yang lebih luas. Kenaikan fantastis harga perak pada Januari 2026 tidak lepas dari ketatnya pasokan struktural perak di pasar global, menunjukkan bahwa faktor fundamental pasokan juga memegang peranan penting.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |