Harga Emas Masih Berpotensi Naik Terus, Begini Prediksinya

20 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Wall Street kembali bersikap hati-hati setelah aksi jual kilat (flash selloff), sementara investor ritel atau Main Street tetap optimistis menjelang pekan perdagangan yang diperkirakan sepi karena libur.

Melansir Kitco News, Minggu (15/2/2026), harga emas sebenarnya bergerak dalam pola konsolidasi yang relatif rapi sepanjang pekan ini. Namun, aksi jual mendadak pada Kamis pagi menjadi pengingat bahwa volatilitas di pasar logam mulia bisa muncul secara tiba-tiba dan dalam skala besar.

Emas spot memulai pekan di level USD 4.980,36 per ons. Harga sempat melonjak cepat ke USD 5.041 per ons pada Minggu, sebelum kembali menguji area USD 5.000 dan bergerak dalam kisaran sempit. Pergerakan sideways tersebut membuat ukuran volatilitas semakin menyempit seiring berjalannya waktu.

Setelah menyentuh level tertinggi mingguan di kisaran USD 5.120 per ons pada Rabu, pergerakan emas mulai menunjukkan karakter yang sudah dikenal pelaku pasar dalam beberapa tahun terakhir. Harga tidak turun jauh dari level support USD 5.000 dan berulang kali mendekati USD 5.100 saat menguat.

Memasuki Rabu sore hingga Kamis pagi, volatilitas kian mereda, dengan emas diperdagangkan dalam rentang sekitar USD 25. Pada fase ini, emas kembali dipandang sebagai aset safe haven dan pergerakannya relatif stabil.

Survei mingguan emas dari Kitco News menunjukkan mayoritas analis Wall Street bersikap netral terhadap prospek jangka pendek emas. Sebaliknya, investor Main Street tetap mempertahankan dominasi pandangan bullish seperti pekan sebelumnya, meski pasar sempat dilanda gejolak.

Senior market strategist Forex.com, James Stanley, memperkirakan harga emas masih berpeluang naik. 

“Arah naik. Aksi jual di akhir pekan memang cukup tajam, tetapi pembeli muncul dengan kuat, dan saya masih melihat setiap pelemahan atau koreksi sebagai peluang. Saya tidak melihat alasan untuk mencoba melawan tren emas saat ini,” ujarnya.

Analis senior pasar Barchart.com, Darin Newsom, juga menilai tren jangka panjang emas dan perak tetap menguat, meski volatilitas masih tinggi. 

“Meskipun saya masih berpikir emas (dan perak) akan tetap volatil pekan depan, tren jangka panjangnya masih naik,” kata Newsom.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |