Mudik Lebaran 2026: 11 Juta Orang Bakal Bergerak dari Banten

9 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, Banten memiliki posisi yang sangat strategis dalam penyelenggaran angkutan mudik Lebaran 2026. Sebab, Banten termasuk dalam lima besar teratas provinsi asal pergerakan masyarakat, sebanyak 11,17 juta orang.

Selain itu, di provinsi paling ujung barat di Pulau Jawa ini juga terdapat simpul transportasi terpadat berupa pelabuhan penyeberangan Merak dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Pernyataan ini keluar saat Menhub Dudy berkoordinasi dengan Gubernur Banten, Andra Soni di Gedung Pendopo Gubernur Banten, Serang pada Senin (16/2/2026).

Menurut Menhub, semua kendaraan dari Jawa, khususnya dari Jakarta ke Pulau Sumatera via jalur darat dan penyebangan, akan melewati Provinsi Banten.

"Bandara Soekarno-Hatta yang termasuk dalam Provinsi Banten merupakan bandara asal dan tujuan favorit dengan jumlah sebanyak 3,18 juta penumpang. Lintas pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni yang merupakan pelabuhan penyeberangan asal dan tujuan diprediksi akan menjadi terpadat dengan total sampai 6 juta penumpang," ungkapnya.

Terkait angkutan penyeberangan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas angkut 6,15 juta penumpang dan 770.000 kendaraan yang melalui 15 lintas penyeberangan.

5 Titik Delaying System Menuju Merak

Khusus menuju Pelabuhan Merak, telah disiapkan lima titik utama sebaran lokasi delaying system, yakni Rest Area Km 13 A, Rest Area Km 43 A, Rest Area Km 68 A, Cikuasa Atas untuk wilayah Pelabuhan Merak, serta JLS Ciwandan untuk wilayah Pelabuhan Ciwandan.

Selain sebaran Lokasi delaying system, Kemenhub bekerja sama dengan pihak terkait juga telah menyiapkan lima jalur penyeberangan. Antara lain, Merak-Bakauheni, Ciwandan-PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan-Bakauheni, BBJ Bojonegara-BBJ Muara Pilu, dan PT Krakatau Bandar Samudera-Pelabuan Pajang sebagai contingency plan.

Menhub menjelaskan, Ciwandan-PT Wijaya Karya Beton akan melayani kendaraan roda 2 dan angkutan kendaraan kecil truk. Kemudian juga Krakatau Bandar Samudera sebagai salah satu alternatif untuk Pelabuhan Panjang.

"Merak itu hanya akan melayani kendaraan pribadi dan bus, kemudian Bojonegara akan melayani kendaraan truk ukuran besar. Itu adalah salah satu antisipasi kami yaitu memecah dengan mengoptimalisasi empat pelabuhan yang ada di wilayah Banten sini," urainya.

Potensi Kepadatan Imbas Pasar Tumpah

Lebih lanjut, Menhub juga meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengantisipasi kepadatan yang disebabkan pasar tumpah dan lokasi wisata. Adapun pasar tumpah yang dimaksud adalah pasar tumpah dari arah Jakarta dan melewati Banten, seperti Pasar Kranggot, Pasar Kalodran, serta Pasar Sentiong.

Sementara itu, Lokasi wisata yang perlu diantisipasi antara lain Pantai Anyer di Serang, daerah Pantai Carita, serta Pantai Tanjung Lesung di Pandeglang.

Tak lupa, Menhub Dudy juga membahas perlintasan sebidang dan titik rawan bencana banjir juga tanah longsor. Untuk menangani hal tersebut, Kemenhub melalui UPT yang tersebar di berbagai wilayah khususnya di Banten, senantiasa akan berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemprov Banten dan pihak-pihak terkait.

"Di provinsi Banten terdapat perlintasan sebidang sebanyak 157. Telah dilakukan penambahan 43 penjaga jalan perlintasan untuk peningkatan pengawasan perlintasan di Banten. Adapun wilayah perlintasan padat yaitu jalan arteri dari dan ke kawasan Pelabuhan Merak yang melewati pelintasan sebidang, diharapkan menjadi prioritas pengamanan selama masa mudik," tuturnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |