Liputan6.com, Jakarta - Pengguna kereta api jarak jauh mengalami peningkatan selama periode mudik lebaran 2025. Sederet fasilitas di atas rangkaian KA bisa digunakan oleh pelanggan, termasuk stop kontak atau colokan listrik.
Namun, perlu diingat kalau colokan listrik tersebut hanya boleh digunakan untuk perangkat elektronik tertentu saja. Misalnya, untuk mengisi daya ponsel, tablet, ataupun laptop.
“KAI mengingatkan bahwa fasilitas stop kontak di setiap kursi kereta api hanya diperuntukkan untuk pengisian daya perangkat elektronik pribadi seperti ponsel, tablet, atau laptop," ujar VP Public Relation KAI Anne Purba, dalam keterangannya, Rabu (2/4/2025).
Seperti diketahui, beberapa tahun lalu sempat ramai ada penumpang kereta api yang mencolokkan penanak nasi ke stop kontak tersebut. Anne bilang, praktik seperti itu berpotensi mengganggu ketenangan penumpang lain maupun keselamatan perjalanan.
"Penggunaan untuk perangkat lain, terutama peralatan elektronik rumah tangga, tidak diperbolehkan karena dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain dan berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan,” imbau Anne.
Dia menambahkan, penggunaan perangkat elektronik dengan daya besar yang berlebihan dapat berdampak pada sistem kelistrikan kereta secara keseluruhan.
"Oleh karena itu, KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk mematuhi aturan demi menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama," katanya.
Respons Kendala Penumpang
Anne menyampaikan, dalam upaya memberikan layanan terbaik, KAI juga memastikan respons cepat terhadap setiap kendala yang dialami penumpang selama perjalanan.
"Jika terdapat keluhan, seperti AC yang kurang optimal, penumpang dapat segera menghubungi petugas kondektur yang bertugas di dalam kereta. Informasi kontak petugas kondektur tersedia di dinding masing-masing kereta," sebutnya.
Selain itu, pelanggan juga dapat menyampaikan masukan atau keluhan melalui berbagai kanal resmi KAI, termasuk layanan contact center di 121, email [email protected], WhatsApp 08111-2111-121, serta media sosial resmi KAI.
“KAI terus mengimbau para pelanggan untuk saling menghormati dan menjaga ketertiban selama perjalanan guna menciptakan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman. Pelanggan juga diharapkan turut menjaga kebersihan dan fasilitas kereta api serta stasiun sebagai bentuk kepedulian terhadap transportasi publik yang menjadi bagian dari kepentingan bersama,” tutup Anne.