Sorgum Bisa Tumbuh di Lahan Bekas Sawit

3 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman sorgum dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di lahan bekas perkebunan kelapa sawit.  Dengan karakter tanaman yang tahan kering dan tidak membutuhkan banyak air, sorgum disebut mampu menjadi solusi diversifikasi pangan nasional, terutama di wilayah dengan keterbatasan lahan subur dan irigasi.

Direktur Utama PT Berkah Inti Daya, Eri Prabowo, mengatakan sorgum dapat tumbuh di tanah yang tidak harus berair, termasuk lahan bekas sawit selama masih mendapat cahaya matahari yang cukup.

Kemudian, jika ingin tetap menannam di lahan bekas perkebunan kelapa sawit, ia mengingatkan harus menanam dengan pengaturan jarak tanam yang tepat.

"Selama ada cahaya matahari, sorgum bisa ditanam di tanah bekas sawit. Jarak tanamnya 60 sentimeter untuk ruang daun agar bisa menyerap cahaya maksimal, dan 15 sentimeter untuk jarak ke depan atau belakang,” ujarnya dalam diskusi, di CORE Indonesia, Selasa (20/1/2026).

Menjawab pertanyaan terkait ketahanan sorgum saat terjadi bencana, seperti banjir, Eri menyebut tanaman ini masih bisa bertahan dalam kondisi tertentu. 

"Tergantung kondisi tanahnya. Kalau tanahnya ikut tergerus, tentu akan sulit karena akar sorgum tidak terlalu dalam,” ujar dia.

Ia berkaca pada keberhasilan pengembangan sorgum di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Sumba Timur, pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurut dia, sorgum terbukti mampu menjadi solusi pangan di daerah dengan kondisi tanah kering.

“Di Sumba Timur dulu sorgum berhasil dikembangkan. Sejak itu tidak ada lagi isu kekurangan pangan pokok di NTT yang memang terkenal kering tanahnya,” jelasnya.

Kota Bandung Jadi Pusat Pengembangan Sorgum Nasional

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menyampaikan, pemerintah pusat menjadikan Kota Bandung sebagai salah satu pusat pengembangan sorgum nasional. 

Klaimnya, Pemerintah Kota Bandung dinilai serius dalam mengembangkan sorgum sebagai sumber pangan dan energi alternatif. 

“Alhamdulillah, pengembangannya cukup berhasil. Bandung bahkan dijadikan pusat pengembangan sorgum nasional,” katanya lewat siaran pers, Sabtu, 21 Juni 2025.

Gin Gin menjelaskan, sorgum tengah dikembangkan sebagai solusi pangan berkelanjutan, terutama bagi masyarakat perkotaan.

Pengembangan sorgum di Kota Bandung, kata dia, kini menjadi salah satu model percontohan nasional. 

“Sorgum ini bisa jadi alternatif pangan sekaligus sumber energi terbarukan. Sekarang sedang dikembangkan, dan bisa dilihat langsung ke lokasi sebelah (merujuk kebun sorgum di Seinfarm),” jelas Gin Gin.

Semangat Petani

Gin Gin mengungkapkan, meskipun Kota Bandung memiliki keterbatasan lahan, semangat petani urban tidak pernah surut. “Kita masih memiliki banyak petani urban yang sangat aktif, bahkan bisa dikatakan lebih keren dari petani biasa,” tuturnya.

DKPP Kota Bandung menyiapkan bantuan kepada kelompok tani, seperti benih, sarana produksi, dan dukungan teknis lainnya.

“Petani adalah penopang tatanan negara. Maka kita harus terus dukung, termasuk melalui inovasi seperti sorgum ini,” ungkapnya.

Sein Farm

Sejak tahun lalu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menyampaikan, Sein Farm yang terletak di Kecamatan Ujungberung dijadikan sebagai pusat penelitian dan pengembangan sorgum. 

Pemanfaatan sorgum tidak hanya terbatas pada pakan ternak, tetapi juga sebagai bahan pangan manusia. Sorgum bisa diolah menjadi berbagai produk pangan, seperti tepung, roti, dan makanan ringan.

"Sorgum memiliki masa depan yang cerah sebagai sumber pangan dan pakan ternak. Melalui pengembangan di Sein Farm, kami berharap bisa memaksimalkan manfaat sorgum bagi masyarakat," ujar Gin Gin dalam keterangannya di Bandung saat itu.

Tingkatkan Kualitas

Pemerintah Kota Bandung disebut akan bekerjasama dengan Universitas Pasundan (Unpas) dan lembaga penelitian lainnya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas sorgum, mengoptimalkan potensi sorgum sebagai tanaman multifungsi.

"Kami akan mengembangkan berbagai varietas sorgum yang cocok untuk kondisi iklim dan tanah di Kota Bandung," akunya. "Ini akan meningkatkan nilai tambah dan diversifikasi produk pertanian," imbuh Gin Gin. 

Direktur Pascasarjana Unpas, Eddy Jusup berharap Sein Farm dapat menjadi model sukses dalam pengembangan sorgum. Eddy menyampaikan penetapan Sein Farm sebagai pusat pengembangan sorgum di Indonesia merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Dengan berbagai program yang telah direncanakan, Sein Farm diharapkan dapat menjadi contoh sukses pengembangan tanaman sorgum yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat luas," katanya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |