Pertamina Patra Niaga Raih Rating ESG A, Perkuat Komitmen Menuju NZE 2060

14 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten di seluruh lini bisnis. Komitmen tersebut menuai pengakuan internasional dengan diraihnya Rating ESG A dari MSCI ESG Research LLC (MSCI) berdasarkan hasil penilaian per Desember 2025, lebih baik dari tahun sebelumnya dengan skor BBB. 

Berdasarkan klasifikasi GICS, Pertamina Patra Niaga termasuk dalam industri Oil & Gas Refining & Marketing, sebuah sektor yang memiliki eksposur signifikan terhadap risiko dan peluang ESG, khususnya terkait isu lingkungan, keselamatan, tata kelola, serta hubungan dengan masyarakat.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip ESG sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.

Komitmen tersebut tercermin dalam upaya berkelanjutan perusahaan untuk menjalankan operasional yang bertanggung jawab, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menghadirkan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat di seluruh wilayah operasional. 

Implementasi Aspek Environmental tercermin dalam produk-produk Pertamina Patra Niaga yang ramah lingkungan seperti Sustainable Aviation Fuel dan Pertamax Green, penerapan Aspek Social diimplementasikan dalam pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mendapatkan predikat PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup), serta penerapan Aspek Governance melalui evaluasi dan perbaikan tata kelola perusahaan. 

“Penerapan praktik ESG di seluruh lini bisnis merupakan prioritas utama kami dalam mewujudkan perusahaan energi bertaraf global. Hal ini kami jalankan melalui pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, mendistribusikan produk yang lebih ramah lingkungan, serta kontribusi sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Mars Ega. 

Penilaian MSCI dilakukan melalui pendekatan industry-adjusted ESG risk assessment, di mana kinerja ESG perusahaan dibandingkan secara spesifik dengan perusahaan sejenis dalam industri yang sama.

Untuk tujuan tersebut, MSCI menggunakan Global Industry Classification Standard (GICS), sistem klasifikasi industri global yang dikembangkan oleh MSCI dan S&P Global, sebagai dasar penentuan isu ESG utama, bobot penilaian, serta tolok ukur pembanding antar perusahaan (peer benchmarking).

Dalam konteks ini, MSCI menetapkan sejumlah isu ESG kunci yang menjadi fokus utama penilaian bagi perusahaan di sektor tersebut. 

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |