Menkeu Purbaya Bertemu dengan Juda Agung, Bakal Gantikan Thomas Djiwandono?

7 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan eks Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung. Pertemuan itu dilakukan usai Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono masuk ke dalam bursa calon pengganti Juda di bank sentral. 

Juda Agung dikabarkan bakal berganti posisi dengan Tommy, sapaan akrab Thomas Djiwandono. Meskipun begitu, Purbaya mengaku pertemuannya dengan Juda hanya berbincang seputar kondisi perekonomian.  

"Bahas ekonomi saja. Kondisinya seperti apa, pandangan dia apa," ujar Purbaya saat ditemui usai makan siang di sekitar area Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Saat ditanyai apakah Juda Agung cocok menggantikan Thomas Djiwandono sebagai pendampingnya, Purbaya menyerahkan putusan itu kepada Presiden Prabowo Subianto. 

"Saya enggak tahu, tergantung presiden. Tapi kalau dari pengetahuan ekonomi, ya (Juda Agung) cukup bagus lah," ungkap dia. 

Untuk diketahui, Thomas Djiwandono yang juga seorang keponakan Prabowo saat ini masuk ke dalam salah satu kandidat calon pejabat Bank Indonesia. Bersama dengan Dicky Kartikoyono dan Solihin M Juhro yang berasal dari internal bank sentral. 

Tommy Sudah Punya Cukup Bekal

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai Tommy alias Thomas Djiwandono sudah punya cukup bekal di sektor fiskal, setelah menemani dirinya sebagai Wakil Menteri Keuangan. 

Pernyataan itu disampaikan usai ditanyai kabar bahwa Thomas Djiwandono bakal masuk ke Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung, yang telah mengundurkan diri sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. 

"Tanggapan saya gimana? Ya bagus lah, biar Pak Thomas punya pengalaman lebih luas lagi. Dari di fiskal, sekarang kalau masuk kan ke moneter, kan bagus. Saya mendukung," ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.

Intip Peluang di Bank Indonesia

Purbaya bilang, Thomas Djiwandono juga beberapa kali sudah berkunjung ke Kantor Bank Indonesia untuk mempelajari sektor moneter. "Disuruh ngintip-ngintip, di BI ada apa sih? Kan udah ngintip dua kali cukup. Jadi ya pindah ke sana juga cukup, saya pikir," ungkapnya. 

Ia juga buka kemungkinan jika Juda Agung nantinya bakal masuk ke Kementerian Keuangan untuk menggantikan posisi Thomas Djiwandono. Purbaya pun mengaku bakal bertemu dengan Juda Agung dalam waktu dekat. 

"Kelihatannya begitu, saya dengar juga begitu. Kayaknya switch-switch ya, kelihatannya," kata Purbaya.

Thomas Djiwandono Gantikan Juda Agung, Purbaya Jamin BI Tetap Independen

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tetap menjamin independensi Bank Indonesia (BI), meskipun beredar rumor bahwa Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono nantinya bakal masuk menggantikan Juda Agung sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Pernyataan itu diberikan menyusul isu Thomas Djiwandono sebagai keponakan dari Presiden Prabowo Subianto bakal masuk ke Bank Indonesia. Untuk menggantikan Juda Agung yang telah mengirimkan surat pengunduran diri sebagai salah satu deputi gubernur.

Meskipun sama-sama mengurusi persoalan negara, bank sentral seharusnya punya posisi khusus dalam mengatur sektor moneter yang bebas dari intervensi pemerintah.

Namun, Purbaya mengklaim pertukaran Juda Agung dengan Thomas Djiwandono merupakan hal yang wajar. Lantaran Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia sama-sama tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

"Kan BI juga pemerintah, tuker kan? makanya saya bingung. Kalau Juda Agung masuk ke saya, jangan-jangan orang Pak Perry mau nekan saya di dalam. Enggak, itu suatu exchange, pertukaran yang saya pikir seimbang. Enggak ada yang aneh," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Bakal Tetap Independen

Purbaya juga mengklaim Bank Indonesia bakal tetap independen di tengah isu pergantian ini. "Kalau independensi, enggak ada hubungan. Kecuali nanti pada waktu ngambil keputusan ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini kan enggak ada," ungkapnya.

"Jadi BI (tetap) independen, kita jalankan fiskal, mereka jalankan moneter. Kita koordinasi di KSSK untuk memastikan kebijakannya. Walaupun sama-sama independen, tapi memastikan kedua kebijakan bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat," tegasnya.

Lebih lanjut, ia pun mengaku belum mengetahui bahwa pertukaran posisi tersebut merupakan arahan langsung dari Prabowo. "Oh saya enggak tahu. Saya terima nasib aja," ucapnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |