InJourney Bakal Kelola 106 Hotel BUMN Tahun Ini

8 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Holding BUMN Sektor Aviasi dan Pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney akan mengelola sekitsr 106 hotel pelat merah pada 2026 ini. Angka tersebut naik lebih dari dua kali lipat dari kelolaan saat ini.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono menyampaikan saat ini ada 39 hotel yang dikelola oleh jaringan perusahaan. Nantinya, akan bertambah hingga 106 unit hotel yang masuk kelolaan Hotel Indonesia Natour atau InJourney Hospitality.

"Sekarang kan kelola 39 hotel, nanti di tahun ini akan konsolidasi ke 106 hotel," kata Maya di Sarinah, Jakarta, dikutip Selasa (20/1/2026).

Langkah konsolidasi ini disebut sejalan dengan arahan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Utamanya agar BUMN bergerak pada bisnis intinya masing-masing.

"Jadi memang airport sebagai pengelola bandara sesuai core business, hotel sesuai core business, jadi semua kami kembalikan sesuai core business," ujarnya.

Meski begitu, dia masih belum mengungkap hotel mana saja yang akan masuk dalam kelolaan InJourney. "Itu nanti akan kami sampaikan dalam beberapa bulan ke depan," sebutnya.

Poles Bandara Lagi

Sebelumnya, Holding BUMN Sektor Aviasi dan Pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney berencana melalukan transformasi lagi ke 5-7 bandara kelolaan tahun ini. Hal tersebut menyusul pemolesan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono menyampaikan ada 37 bandara yang dikelola InJourney Airports, proses transformasi akan dimulai pada bandara-bandara terbesar. Bocorannya, Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Kualanamu Medan.

"Tahun ini kita akan masuk ke 5 bandara utama, jadi ada Surabaya ada Kualanamu dan 5 bandara terbesar," ungkap Maya di Sarinah, Jakarta, Senin (19/1/2026).

"Jadi kita yang tahun lalu Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai kita akan masuk ke 3 bandara lagi, jadi tahun ini harapnya 5-7 bandara kita akan transformasi," sambungnya.

Transformasi Destinasi Wisata

Proses transformasi disebut akan dimulai pada Februari 2026, bulan depan. Adapun, 37 bandara kelolaan InJourney telah melayani 157 juta orang penumpang sepanjang 2025.

Proses transformasi juga akan dilakukan di destinasi wisata yang dikelola oleh grup InJourney seperti Borobudur, Prambanan, hingga Taman Mini Indonesia (TMII).

"Lalu juga untuk hotel, tahun lalu kita me-launch di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, salah satu hotel heritage yaitu Bali Beach, di tahun ini kami akan me-launch Grand Hotel De Djokdja. Ini adalah hotel heritage di Malioboro yang memang sangat ikonik, dari tahun 1911," tuturnya.

Bakal Reduksi 4.000 Ton CO2e

Sebelumnya, Holding BUMN Aviasi Pariwisata, InJourney membidik bisa mengurangi 4.000 ton emisi CO2 ekuivalen per tahun. Upaya ini bakal menjadi fokus InJourney pada 2026 ini.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono menyampaikan ada 37 bandara yang dikelola dengan kunjungan 157 juta orang lalu lalang. Kemudian, akan ada 106 hotel yang dikelola oleh InJourney Hospitality tahun ini dari 39 hotel saat ini.

"Jadi carbon footprint yang dihasilkan juga sangat banyak, tapi kami berusaha agar carbon footprint ini juga berkurang. Karena itu hari ini kami mem-pledge untuk mengurangi carbon emission 4.000 ton CO2, dan ini akan kami komitmen ini akan kami laksanakan di tahun ini," tutur Maya, di Kantor InJourney, Sarinah, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |