Trump Tak Mau Lagi Berurusan dengan Spanyol: Hentikan Semua Perdagangan

10 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap Spanyol karena dinilai tidak memberikan kontribusi yang cukup terhadap Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Trump bahkan menyerukan penghentian seluruh perdagangan dan kunjungan dengan Spanyol di tengah meningkatnya ketegangan antarnegara anggota aliansi pertahanan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam konferensi pers bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Ankara, Turki.

"Spanyol adalah mitra yang buruk di NATO. Mereka tidak berpartisipasi. Mereka tidak membayar. Saya tidak ingin berurusan dengan Spanyol. Tolong hentikan seluruh perdagangan dengan Spanyol, termasuk kunjungan," kata Trump dikutip dari CNBC, Kamis (9/7/2026).

Trump kemudian melanjutkan kritiknya dan meminta negara lain tidak lagi berkomunikasi dengan Spanyol.

"Jangan berbicara dengan mereka. Mereka tidak bisa diharapkan, mereka orang-orang yang buruk," ujar Trump.

Trump mengakui terdapat sejumlah negara anggota NATO lain yang dinilai perlu meningkatkan kemampuan dan anggaran pertahanan. Namun, ia secara khusus menyoroti Spanyol.

"Ada beberapa negara lainnya, tetapi terutama Spanyol," tambahnya.

Pernyataan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam perselisihan antara Trump dan pemerintah Spanyol terkait besaran anggaran pertahanan negara tersebut.

Belanja Pertahanan Spanyol

Spanyol menjadi satu-satunya anggota NATO yang belum menyatakan komitmen untuk meningkatkan belanja pertahanan hingga mencapai 5% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2035.

Para pemimpin NATO berkumpul di Ankara ketika aliansi tersebut menghadapi tantangan besar terhadap kredibilitas dan keberlanjutannya. Target baru belanja pertahanan negara-negara Eropa juga mendapat perhatian besar dari pemerintahan Trump.

Pertemuan di Ankara digelar setahun setelah negara-negara anggota sepakat meningkatkan anggaran pertahanan hingga lebih dari dua kali lipat. Namun, Spanyol memperoleh pengecualian karena menjadi satu-satunya negara yang menolak berkomitmen terhadap target baru tersebut.

Saat itu, Trump mengancam akan menerapkan kebijakan perdagangan yang lebih keras terhadap Spanyol. Ia juga menyebut keputusan Madrid untuk tidak mengikuti target belanja pertahanan sebagai sesuatu yang "buruk."

Berdasarkan data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), belanja pertahanan Spanyol mencapai 2,1% dari PDB pada 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan 1,4% pada 2021, tetapi masih tertinggal dari sejumlah negara Eropa lainnya.

Tanggapan Spanyol

Dalam konferensi pers tersebut, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menanggapi kritik Trump dengan menyoroti peningkatan belanja pertahanan yang telah dilakukan Spanyol.

"Anda berhasil membuat Spanyol mengalokasikan 2%. Mereka telah membelanjakannya dan membuat kemajuan besar dalam setahun terakhir," kata Rutte kepada Trump.

Meski demikian, Rutte mengakui masih terdapat sejumlah persoalan terkait Spanyol yang perlu diselesaikan.

Kantor Perdana Menteri Spanyol menilai pernyataan Trump sebagai hal yang biasa dan tidak mengubah hubungan kedua negara. Pemerintah Spanyol menyatakan hubungan bilateral dengan AS tetap memberikan manfaat bagi kedua negara, baik dalam perdagangan maupun pertahanan.

Trump juga kembali menyampaikan ketidakpuasannya terhadap NATO meski memuji kepemimpinan Rutte.

"Saya sangat tidak senang dengan NATO," kata Trump, seraya menyebut Rutte sebagai "pemimpin yang hebat."

Hubungan Trump dan Rutte menjadi sorotan selama setahun terakhir setelah Sekjen NATO tersebut pernah memanggil Trump dengan sebutan "ayah." Rutte juga aktif menjaga keterlibatan AS dalam aliansi pertahanan tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |