Jembatan Enang-Enang Miring, Menteri PU Tugaskan PT PP Perkuat Struktur

8 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menugaskan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PT PP untuk memperkuat struktur bawah Jembatan Enang-enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Penanganan dilakukan setelah pondasi jembatan mengalami kemiringan dan saat ini masih ditopang penyangga sementara.

Selama proses perbaikan, akses jembatan dibatasi hanya untuk sepeda motor dan kendaraan ringan demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

"Nanti PT PP akan mengerjakan perkuatan itu dengan penanganan yang lebih baik," kata Dody di Bener Meriah, dikutip dari Antara, Kamis (9/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Menteri PU meninjau langsung kondisi Jembatan Enang-enang. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pondasi jembatan dari arah Bireuen menuju Bener Meriah mengalami kemiringan dan masih ditopang tiga besi penyangga sementara.

Untuk meningkatkan keamanan, Dody menginstruksikan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama Direktorat Jembatan segera memperkuat struktur bawah jembatan.

Pekerjaan tersebut akan dilaksanakan PT PP menggunakan metode penguatan yang lebih permanen dibandingkan penyangga yang saat ini terpasang.

"Saya sudah berbicara dengan Kepala Balai dan Direktur Jembatan. Perkuatan di bawah jembatan akan kita buat lebih kuat lagi. Yang ada sekarang sifatnya masih sementara," ujarnya.

Apresiasi ke Masyarakat

Menteri Dody juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah bergotong royong melakukan perbaikan sementara sehingga akses di kawasan tersebut dapat kembali digunakan.

Menurut dia, inisiatif masyarakat menjadi bentuk kepedulian yang patut dihargai. Meski demikian, pemerintah tetap berkewajiban memastikan kondisi jembatan memenuhi standar teknis dan keselamatan.

"Pertama saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Syahrial (tokoh masyarakat). Kita dari pemerintah pusat sudah dibantu. Memang dari sisi teknis sebenarnya jembatan ini sudah tidak mungkin untuk dipakai. Tapi karena Pak Syahrial bersama masyarakat bergotong royong memperbaikinya, tugas kita kemudian memberikan dukungan maksimal," katanya.

Dody menegaskan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama selama proses penanganan berlangsung.

Ia meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi jembatan. Pengawasan diperlukan karena derasnya arus sungai berpotensi menggerus abutmen atau struktur penopang di ujung jembatan serta bagian pondasi, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Penggunakan Dihentikan

Dody meminta penggunaan Jembatan Enang-enang segera dihentikan sementara apabila hasil pemantauan menunjukkan kondisi struktur berisiko membahayakan masyarakat.

"Saya minta PPK melakukan kontrol rutin. Kalau sewaktu-waktu dinilai membahayakan masyarakat, penggunaan jembatan harus dihentikan sementara sampai kondisi kembali aman. Perbaikan akan terus dilakukan dari bawah sehingga masyarakat tetap bisa melintas dengan aman selama memungkinkan," tegas Menteri Dody.

Selama masa penanganan, Jembatan Enang-enang tetap dibuka secara terbatas. Jembatan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan kendaraan ringan pengangkut penumpang.

Sementara itu, kendaraan angkutan barang dan kendaraan bertonase besar tetap dilarang melintas untuk mencegah beban berlebih terhadap struktur jembatan.

Sebagai solusi jangka panjang, Kementerian PU akan mempercepat pengembangan jaringan konektivitas di kawasan tersebut melalui pelebaran Jalan Werlah dan pembangunan dua jembatan baru yang akan menjadi jalur alternatif.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |