Teras Kapal BRI Jangkau Wilayah Kepulauan, Wujud Layanan Perbankan yang Hadir Lebih Dekat

7 hours ago 11

Liputan6.com, Halmahera - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini tidak mudah dijangkau. Salah satu wujud nyatanya adalah Teras Kapal BRI, layanan perbankan terapung yang dirancang untuk melayani masyarakat di pulau-pulau kecil dan kawasan pesisir dengan akses terbatas terhadap layanan perbankan formal. Kehadiran layanan ini menjadi bukti bahwa inklusi keuangan tidak berhenti di kota besar, tetapi juga bergerak hingga ke wilayah kepulauan.

Inisiatif ini juga sejalan dengan program CX100 yang diinisiasi Danantara Indonesia, yakni transformasi customer experience yang menitikberatkan pada kualitas layanan dan kemudahan akses bagi masyarakat. Melalui Teras Kapal BRI, pengalaman nasabah tidak hanya diwujudkan lewat digitalisasi, tetapi juga melalui kehadiran layanan yang benar-benar mendekat ke masyarakat, aman, relevan, dan sesuai kebutuhan daerah.

Hal tersebut disampaikan Direktur Operations BRI Hakim Putratama saat meninjau Teras Kapal Bahtera Seva II di Halmahera Selatan, Maluku Utara, bersama Chief Marketing Officer Danantara Indonesia Dendi T. Danianto, Vice President Danantara Indonesia Danang Widiasurya, serta Expert Committee Danantara sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Fitri Ismiyanti pada Kamis (4/6/2026). Dalam kunjungan itu, BRI juga menyerahkan bantuan Program BRI Peduli TJSL berupa alat produksi kepada UMKM Putri Bajo guna meningkatkan kapasitas dan memperkuat aktivitas usaha mereka.

Selain Bahtera Seva II yang beroperasi di Halmahera Selatan, BRI juga mengoperasikan Bahtera Seva I di Kepulauan Seribu yang menjangkau enam pulau, Bahtera Seva III di Kepulauan Anambas yang juga melayani enam pulau, serta Nera Seva di Labuan Bajo yang menjangkau sepuluh pulau. Jaringan layanan terapung ini menunjukkan bagaimana BRI terus mengembangkan model distribusi layanan keuangan yang adaptif dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Hakim mengatakan, selama satu dekade terakhir, Teras Kapal BRI telah menjadi bagian penting dari upaya perseroan dalam mendekatkan akses layanan perbankan ke masyarakat kepulauan. Melalui moda layanan ini, BRI tidak hanya menghadirkan transaksi keuangan, tetapi juga memperkuat interaksi langsung dengan masyarakat serta mendorong literasi dan inklusi keuangan di wilayah pesisir.

“Sejak diluncurkan pada tahun 2015, BRI menjadi pelopor layanan perbankan yang menjangkau masyarakat kepulauan melalui moda transportasi laut. Layanan ini menghadirkan kemudahan akses transaksi dan konsultasi keuangan yang sebelumnya sulit dijangkau oleh masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan,” ujar Hakim.

Teras Kapal BRI menghadirkan berbagai layanan perbankan, mulai dari pembukaan rekening simpanan, layanan pinjaman, transaksi pembayaran, hingga tambahan kas bagi BRILink Agen sebagai perpanjangan tangan layanan BRI di masyarakat. Selain itu, kapal juga dilengkapi satu unit ATM yang memungkinkan nasabah melakukan tarik tunai dan transaksi lainnya. Seluruh layanan ini ditopang teknologi informasi yang andal dan sumber daya manusia yang siap melayani, termasuk teller, customer service, dan petugas kredit mikro.

Khusus Teras Kapal Bahtera Seva II, layanan ini berada dalam cakupan wilayah kerja Branch Office Ternate dan diperkuat jaringan yang terdiri dari 1 Branch Office, 3 Kantor Cabang Pembantu, 8 BRI Unit, dan 1 Kantor Kas. Akses layanan juga diperluas melalui kanal digital dan e-channel yang meliputi 35 ATM/CRM, 705 BRILink Agen aktif, 249 EDC, serta 11.016 merchant QRIS. Infrastruktur ini memperlihatkan bahwa layanan terapung BRI bukan berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem layanan yang lebih luas.

Di Halmahera Selatan, Bahtera Seva II melayani wilayah kepulauan melalui 8 rute perjalanan, mencakup 5 pulau dan 8 titik pelabuhan dalam satu siklus pelayanan selama lima hari. Rute tersebut meliputi Kupal, Bajo, Lele, Madopolo, Gane Dalam, Pasipalele, Saketa, hingga Kayoa. Kehadiran layanan ini menjadi semakin relevan karena Halmahera Selatan merupakan salah satu kabupaten kepulauan terbesar di Maluku Utara, dengan kebutuhan akses keuangan yang tinggi dan potensi ekonomi yang besar. Di wilayah ini, terdapat lebih dari 16 ribu UMKM dan sekitar 139 ribu tenaga kerja yang bergerak di sektor perikanan, perdagangan, dan usaha mikro.

Manfaat layanan ini juga sudah dirasakan masyarakat Suku Bajo di Halmahera Selatan. Melalui Teras Kapal BRI, sebanyak 216 warga Suku Bajo telah mengakses berbagai layanan keuangan, termasuk pembiayaan bagi pelaku usaha nelayan dan industri kerupuk kamplang yang menjadi salah satu produk unggulan setempat.

Tak hanya mendekatkan layanan keuangan, BRI juga memperkuat produktivitas ekonomi masyarakat melalui penyaluran KUR sebesar Rp2,5 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan nelayan untuk membeli kapal dan peralatan melaut, serta oleh UMKM produsen kerupuk ikan yang menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Di saat yang sama, kehadiran tiga BRILink Agen yang melayani sekitar 400 transaksi per bulan juga memperkuat akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal dan kebutuhan transaksi sehari-hari.

Menurut Hakim, kehadiran Teras Kapal BRI tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga membuka ruang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Sebagai bank rakyat, Teras Kapal BRI menjadi bukti nyata komitmen BRI dalam menghadirkan layanan keuangan bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk kawasan kepulauan dan pesisir. Melalui model layanan yang hadir langsung di tengah masyarakat, BRI tidak hanya memperluas akses keuangan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, memperlancar transaksi ekonomi, serta memperoleh akses pembiayaan formal,” imbuh Hakim.

Implementasi Teras Kapal BRI juga dinilai sejalan dengan semangat transformasi layanan yang diusung Danantara melalui program CX100. Chief Marketing Officer Danantara Indonesia Dendi T. Danianto menjelaskan, CX100 Index dipersiapkan sebagai barometer kualitas pelayanan BUMN sekaligus bagian dari kampanye “Melayani Sepenuh Hati” yang mendorong transformasi layanan agar semakin berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Transformasi ini diharapkan mampu menjadikan BUMN sebagai penyedia layanan publik yang tidak hanya unggul secara operasional, tetapi juga humanis. Melalui sinergi antarperusahaan, Danantara optimistis dapat memberikan manfaat maksimal bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Dendi.

Lewat Teras Kapal BRI, transformasi layanan keuangan tidak hanya berbicara soal inovasi, tetapi juga soal keberpihakan. Saat layanan hadir langsung di tengah masyarakat kepulauan, inklusi keuangan berubah menjadi sesuatu yang nyata, lebih dekat, lebih mudah dijangkau, dan lebih berdampak bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |