Badan Usaha Tanggung Beban Proyek Jalan Tol Imbas Pelemahan Rupiah

2 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) mencatat dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap konstruksi proyek jalan tol. Kenaikan beban biaya konstruksi masih ditanggung oleh badan usaha.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati, mencermati dampak pelemahan rupiah pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Dia mengaku belum ada badan usaha pelaksana proyek yang mengajukan perubahan biaya konstruksi.

"Kalau di dalam perjanjian pengusahaan jalan tol sampai sejauh ini belum ada usulan penyesuaian terhadap biaya-biaya konstruksi yang terdampak adanya kenaikan biaya BBM dan lain-lain," kata Komang di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Dia menjelaskan, biaya konstruksi menjadi tanggungan badan usaha jika tak ada kebijakan khusus dari pemerintah. "Kalau di dalam perjanjian jalan tol sejauh ini kalau tidak ada kebijakan lain dari pemerintah memang itu semua harusnya menjadi risiko badan usaha," terangnya.

Komang mengamini, tetap ada dampak pelemahan rupiah yang mengerek harga BBM terhadap proses konstruksi. Misalnya, terhadap waktu pelaksanaan proyek.

"Tapi mungkin nanti tetap akan ada dampaknya, mungkin progres konstruksinya akan terdampak karena adanya kenaikan biaya konstruksi akibat dari kenaikan biaya BBM ini," ujar Komang.

Rupiah Melemah

Sebelumnya, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Jumat, (5/6/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi bergerak 18.050-18.120 hari ini.

Mengutip Antara, rupiah dibuka turun 17 poin atau 0,09% menjadi 18.066 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya 18.049 per dolar.

Sementara itu, berdasarkan data Google Finance, saat dipantau pukul 09.10 WIB, dolar Amerika Serikat terhadap rupiah turun tipis 0,11% menjadi 18.040.

Pada pukul 09.13 WIB, dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.027. Dolar AS terhadap rupiah dibuka turun 0,09% menjadi 18.044.

Pada penutupan sebelumnya, dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.060 berdasarkan data Google Finance.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |