Kementerian PU Bakal Uji Coba Ulang Sistem Bayar Tol Tanpa Sentuh

5 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) akan uji coba ulang sistem bayar tol tanpa sentuh atau multi lane free flow (MLFF). Uji coba ulang dilakukan untuk memastikan kecocokan sistem bisa berjalan di Indonesia.

Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati mengatakan, pihaknya sedang mendata ulang mengenai uji coba sistem bayar tol tanpa sentuh. Meskipun, saat ini MLFF sempat menjalani tahap pra-uji coba.

"Kita lagi melakukan pendetailan penyiapan untuk rencana uji coba kembali terhadap sistem ini bisa diaplikasikan gak terhadap ekosistem jalan tol di Indonesia," kata Komang di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Dia menjelaskan, tim BPJT hingga PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) sedang menyiapkan sejumlah skenario uji coba MLFF. Utamanya menyoroti beberapa aspek yang perlu dilakukan uji coba ulang.

"Ini sedang menyiapkan penyiapan skenario-skenario untuk mendetailkan yang harus diujicobakan kembali untuk memastikan bahwa sistem ini bisa diaplikasikan di ekosistem jalan tol kita," tuturnya.

Sistem MLFF sempat diuji coba beberapa kali di sejumlah titik. Perbedaan yang paling jelas, pengguna jalan tol tak perlu berhenti untuk membayar tarif tol. Sementara, sistem pembayaran tol saat ini masih memanfaatkan tindakan fisik dengan kartu elektronik.

Belum Uji Coba Luas

Sebelumnya, pemerintah memastikan implementasi sistem transaksi tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) saat ini masih berada pada tahap pra-uji coba, yang mencakup pelaksanaan functional test, dan belum memasuki fase uji coba secara luas.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menegaskan bahwa pengembangan MLFF merupakan bagian dari transformasi sistem layanan jalan tol nasional yang dilakukan secara bertahap dan terukur.

“Implementasi MLFF tidak bisa hanya dilihat sebagai penerapan teknologi, tetapi merupakan transformasi sistem secara menyeluruh. Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati agar sistem berjalan optimal dan tidak menimbulkan risiko di lapangan,” ujar Wilan dalam keterangan resmi, beberapa waktu lalu.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |