Teknologi Digital Jaga Penyaluran Gas Bumi Tetap Lancar

1 day ago 13

Liputan6.com, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menerapkan sistem digital dalam menjaga infrastruktur penyaluran gas bumi, terutama pada titik krusial seperti Stasiun Gas Pagardewa sebagai simpul utama penjaga keandalan pasokan gas bumi nasional.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta mengatakan, Stasiun Pagardewa berfungsi sebagai infrastruktur utama pengatur tekanan dan kapasitas jaringan transmisi gas bumi dalam penyaluran gas kepada pelanggan sektor kelistrikan, komersial, dan industri.

Fasilitas ini menjadi titik krusial dalam sistem transmisi South Sumatera–West Java (SSWJ) sepanjang 1.004 km yang memasok kebutuhan gas dari Sumatera hingga Jawa bagian Barat. 

“Dengan optimalisasi fasilitas kompresor, metering, serta jumperline yang meningkatkan kapasitas linepack, PGN memastikan distribusi gas tetap andal dan stabil. Fasilitas ini memungkinkan suplai gas terpenuhi mulai dari Sumatera, Lampung, hingga Jawa bagian Barat,” kata Hery, Senin (5/1/2026).

Hery melanjutkan, dalam menjaga asset integrity melalui pemeliharaan dan inspeksi berbasis risiko. Penerapan teknologi digital seperti pemanfaatan Integrated Monitoring Center (IMOC) memungkinkan pemantauan real-time terhadap kondisi infrastruktur, data pelanggan, dan aktivitas niaga.

“Digitalisasi membuat keputusan operasional menjadi lebih cepat, tepat, dan terukur,” tambah Hery.

Menurut Hery, seluruh infrastruktur yang kami operasikan harus tetap terjaga keandalannya untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. "PGN berkomitmen menjalankan operasi secara aman dan efisien, serta terus menambah fleksibilitas pasokan melalui penguatan infrastruktur gas bumi termasuk LNG,” lanjut Hery.

Keandalan Operasi

Selain menjaga keandalan operasi, PGN terus memperkuat fleksibilitas pasokan melalui pengembangan infrastruktur gas bumi, termasuk pemanfaatan LNG. Upaya ini sejalan dengan strategi bisnis Grow–Adapt–Step Out (G-A-S) yang tengah dijalankan perusahaan.

Program strategis tersebut mencakup perluasan jaringan gas rumah tangga, pembangunan pipa BBM Cikampek–Plumpang, revitalisasi tanki LNG Arun, serta pembangunan fasilitas injection point untuk pengembangan biomethane.

Dengan pengalaman panjang dalam mengelola jaringan gas bumi nasional, PGN terus berkomitmen menghadirkan energi bersih, aman, dan berkelanjutan bagi kebutuhan energi masyarakat serta ketahanan energi nasional.

Tekan Konsumsi Batu Bara, Indonesia Bisa Andalkan Gas Bumi

Sebelumnya, Indonesia sedang berupaya mewujudkan ketahanan energi nasional yang lebih kuat seperti yang diamanatkan dalam Asta Cita Pemerintah, gas bumi memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi tersebut sekaligus menjadi jembatan dalam proses transisi menuju target Net Zero Emission 2060.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan, perjalanan menuju energi terbarukan memerlukan upaya yang konsisten, termasuk pengurangan ketergantungan terhadap batu bara dan peningkatan pemanfaatan gas bumi.

“Penurunan konsumsi batu bara mendorong meningkatnya ketergantungan terhadap gas bumi sebagai energi perantara. Hal ini menjadikan gas bumi primadona, baik untuk pembangkit listrik, sektor industri, maupun sebagai bahan baku,” ujar Laode, Jumat (2/1/2026).

Sejalan dengan komitmen tersebut, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina fokus meningkatkan efisiensi rantai pasok melalui integrasi infrastruktur gas bumi, guna mengoptimalkan pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, menjelaskan bahwa PGN menjalankan strategi transisi energi melalui tiga pilar utama G-A-S (Grow, Adapt, Step-Out). Pilar Grow difokuskan pada penguatan infrastruktur gas bumi, meliputi jaringan transmisi dan distribusi, fasilitas regasifikasi, serta pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas).

Pilar Adapt diarahkan pada pengembangan bisnis LNG trading/bunkering dan infrastruktur upstream LNG domestik guna memberikan total solutions energy services. Sementara itu, pilar Step Out merupakan upaya hilirisasi gas bumi ke petrochecimal maupun green energy melalui biomethane dan bisnis transportasi carbon.

“PGN saat ini mengelola 95% infrastruktur hilir gas bumi nasional yang melayani kebutuhan energi di 17 provinsi dan 74 kabupaten/kota. Ke depan, kami berharap kehadiran PGN dapat semakin merata di seluruh wilayah Indonesia. Untuk merealisasikannya, diperlukan dukungan penuh dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hery.

Pengelolaan Gas Bumi

Hery mengungkapkan, pengelolaan gas bumi nasional menghadapi sejumlah tantangan, antara lain lokasi sumber pasokan yang jauh dari pusat konsumsi, pertumbuhan permintaan yang berkelanjutan, serta tantangan keekonomian dalam pengembangan infrastruktur.

Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan dan integrasi infrastruktur sebagai solusi untuk menjembatani keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Strategi integrasi infrastruktur gas bumi di Indonesia disesuaikan dengan kondisi geografis dan skema penyaluran yang paling optimal di setiap wilayah. Di Indonesia Bagian Barat, integrasi difokuskan pada pengembangan jaringan pipa transmisi dan distribusi, menghubungkan pipa transmisi dari ujung Sumatera hingga Jawa, dengan dukungan sistem beyond pipeline untuk meningkatkan fleksibilitas penyaluran.

Sementara itu, di Indonesia Bagian Timur diterapkan skema pengembangan sistem beyond pipeline yang didukung oleh jaringan pipa terintegrasi, guna menjangkau pusat-pusat permintaan yang tersebar sesuai karakteristik geografis wilayah.

“PGN mengintegrasikan infrastruktur gas bumi melalui integrasi fisik dengan menghubungkan berbagai ruas-ruas pipa gas bumi, serta integrasi operasional melalui pengelolaan terpadu sistem transmisi dan regasifikasi. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi antar badan usaha, termasuk dengan Pemerintah, pemasok gas, serta operator pipa lainnya, sehingga dapat meningkatkan keandalan penyaluran gas bumi nasional,” tambah Hery.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |