Indonesia Buka Peluang Investasi Hijau, BidikTarget PLTS 100 GW

6 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia mendorong transisi energi, salah satunya mengembangkan Pembangunan Listrik Tenaga Surya (PLTS). Hal ini seiring arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan membangun 100 GW  PLTS hingga 2029.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian (ESDM) Wanhar Abdurrahim mengatakan, pembangunan PLTS 100 GW ini tidak hanya bertujuan menurunkan emisi, tetapi juga merespons lonjakan kebutuhan listrik sektor digital. Khususnya data center, yang diprediksi tumbuh hingga 20 persen per tahun di kawasan ASEAN.

"Pemerintah Indonesia tengah mengakselerasi transisi energi dengan membuka peluang investasi hijau yang sangat besar. Fokus utama kami adalah mencapai target pengembangan PLTS sebesar 100 GW sebagai pilar utama bauran energi nasional," ujarnya dalam acara launching Enlit Asia-Electricity Connect 2026 di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Untuk itu, pemerintah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kebijakan yang konsisten, guna memastikan ketersediaan energi bersih yang kompetitif bagi industri masa depan. Termasuk menjawab kebutuhan listrik sektor data center yang terus tumbuh pesat secara eksponensial di tanah air. 

"Melalui Enlit Asia-Electricity Connect 2026, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi menjawab kebutuhan listrik sektor data center yang tumbuh ekspansif melalui kebijakan yang konsisten dan inovatif," kata Wanhar. 

Enlit Asia-Electricity Connect 2026

Enlit Asia-Electricity Connect 2026 menegaskan komitmen Indonesia dalam membangun sistem kelistrikan yang andal, terjangkau, berkelanjutan, dan siap menghadapi masa depan, sekaligus mendorong inovasi, investasi, dan kemandirian energi jangka panjang. 

Enlit Asia merupakan acara tahunan terkemuka untuk sektor ketenagalistrikan ASEAN, yang menghadirkan lebih dari 11.000 peserta dan 280 exhibitor dari berbagai negara. Acara mempertemukan pembuat kebijakan, utilitas, pelaku industri, penyedia teknologi, dan inovator untuk membahas perkembangan terkini, berbagi wawasan, serta membentuk arah masa depan energi kawasan.

Sementara itu, Electricity Connect  yang merupakan acara tahunan MKI dan sebelum 2024 lebih dikenal sebagai Hari Listrik Nasional, hadir untuk memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan Indonesia sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab lingkungan.

Pendaftaran Telah Dibuka

CEO Clarion Events Asia, Richard Ireland mengatakan, pendaftaran untuk exhibitor, sponsor, dan peserta resmi dibuka mulai 17 April 2026. 

"Dengan target 11.000 peserta dan 280 exhibitor global, acara ini bukan sekadar pameran, melainkan pusat transaksi teknologi dan investasi energi," ujar dia. 

"Kami mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif dalam membangun kolaborasi nyata menuju sistem energi ASEAN yang lebih tangguh dan berkelanjutan," tuturnya. 

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |