Sempat Disebut Banyak Janji, Prabowo Pasang Badan Bela Mentan Amran Soal Swasembada Pangan

1 day ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengunkap ada tokoh yang memandang kalau Indonesia tidak bisa mencapai swasembada pangan. Selain itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga dicap hanya orang yang suka umbar janji.

Prabowo tidak membuka identitas tokoh penting yang memandang miring soal ambisi swasembada pangan. Diakuinya, tokoh itu menyampaikan langsung pandangan tersebut kepadanya.

"Saudara-saudara, banyak tokoh-tokoh penting ngomong ke saya berapa bulan yang lalu, 'Pak Prabowo, tidak mungkin swasembada Indonesia itu', sungguh ini," kata Prabowo mengulang percakapannya, dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan, di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Selain memandang miring soal target swasembada pangan, tokoh itu pun menilai Mentan Amran Sulaiman hanya janji. Kepala Negara lantas membayar kontan tudingan itu dengan memberikan Bintang Jasa Utama kepada Amran atas kontribusinya mendorong swasembada pangan.

"Ngomong ke saya, 'tidak mungkin swasembada, Amran itu hati-hati, Amran itu kadang-kadang banyak janjinya saja'," sambungnya.

"Tapi hari ini saudara-saudara sekalian, saudara Andi Amran Sulaiman saya beri Bintang Jasa Utama, dia bersama kalian, jajaran kalian semua ini, kalian telah mengamankan masa depan bangsa Indonesia dan saya percaya habis ini kita tidak akan bisa diberhentikan," tegas Prabowo Subianto.

RI Swasembada Pangan Lagi

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menetapkan Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Atas hal ini, ia menegaskan Indonesia tidak perlu lagi bergantung pada negara lain untuk impor pangan.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Rabu 7 Januari 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia," kata Prabowo dalam Acara Panen Raya, di Cilebar, Kawarang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Prabowo mengatakan, momen ini adalah catatan sejarah bagi bangsa Indonesia. la berterima kasih kepada semua pihak karena mewujudkan swasembada karena lebih cepat dari target 4 tahun.

"Memang saya beri target 4 tahun swasembada beras swasembada pangan, terima kasih seluruh komunitas pertanian di Indonesia, saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak,” jelasnya.

Produsen Beras Terbesar di ASEAN

Sebagai informasi, berdasarkan USDA Rice Outlook April 2025 yang dirilis dan disajikan oleh Kementerian Pertanian, Indonesia diproyeksikan menjadi produsen beras terbesar di kawasan ASEAN.

Produksi beras Indonesia diperkirakan mencapai 34,6 juta ton (dalam ribuan hasil gilingan), jauh melampaui negara-negara ASEAN lainnya. Posisi kedua ditempati Vietnam dengan produksi sekitar 26,5 juta ton, disusul Thailand sebesar 20,1 juta ton.

Sementara itu, Filipina berada di peringkat keempat dengan estimasi produksi 12 juta ton, diikuti Kamboja sebesar 7,737 juta ton. Negara dengan produksi relatif lebih kecil adalah Laos yang diperkirakan menghasilkan 1,81 juta ton, serta Malaysia dengan 1,75 juta ton.

Stok Beras Nasional

Sementara, stok beras nasional Indonesia pada Desember 2025 mencapai 3,39 juta ton, yang tercatat sebagai stok tertinggi sepanjang sejarah dalam kurun 57 tahun terakhir sejak 1969. Data ini bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 dan disajikan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Grafik memperlihatkan fluktuasi stok beras nasional dari tahun ke tahun, dengan kisaran umumnya berada di bawah 3 juta ton. Namun, pada akhir 2025 terjadi lonjakan signifikan hingga menembus angka 3,39 juta ton, melampaui rekor sebelumnya. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam pengelolaan cadangan pangan nasional.

Selanjutnya, kinerja ekspor pertanian Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan pada 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data Kementerian Pertanian Republik Indonesia mencatat nilai ekspor pertanian (segar dan olahan) pada Januari–Agustus 2025 mencapai Rp507,78 triliun, naik tajam dari Rp 357,11 triliun pada Januari–Agustus 2024.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |