Santan dan Ikan Patin Katering Haji Dipasok Negara Lain, Pemerintah Siapkan Strategi Baru

18 hours ago 16

Liputan6.com, Madinah - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf mendorong pemanfaatan produk pangan Indonesia dalam rantai pasok katering haji di Arab Saudi. Langkah itu diharapkan membuka pasar yang lebih luas bagi komoditas nasional, sekaligus mendukung kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan Menhaj saat meninjau dua dapur katering penyedia makanan jemaah haji Indonesia di Madinah bersama tim Amirul Hajj, Rabu, 3 Juni 2026. Selain mengevaluasi kualitas layanan konsumsi, ia menelusuri peluang penggunaan bahan baku asal Indonesia yang selama ini masih dipasok dari negara lain.

Dalam kunjungan tersebut, Irfan menemukan sejumlah komoditas yang memiliki karakteristik serupa dengan produk unggulan Indonesia, mulai dari santan, ikan patin, ikan teri, hingga berbagai bumbu masakan Nusantara.

“Saya melihat ada santan yang kemungkinan besar bahan bakunya berasal dari Indonesia, tapi dipasarkan melalui negara lain. Begitu juga ikan patin yang saat ini dipasok dari negara tetangga, padahal Indonesia memiliki potensi produksi yang sangat besar,” kata Menhaj pada tim Media Center Haji di Madinah, Rabu.

Peluang Ekonomi

Menurut dia, kebutuhan bahan baku untuk katering haji merupakan peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha nasional. Berbagai komoditas yang digunakan dalam penyediaan makanan jemaah dinilai tersedia dalam jumlah besar di Indonesia dan mampu bersaing dari sisi kualitas.

“Peluangnya sangat besar. Produk-produk yang dibutuhkan sebenarnya banyak tersedia di Indonesia. Tinggal bagaimana kita memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku agar produk tersebut bisa masuk ke Arab Saudi,” ujarnya.

Pemerintah sebelumnya telah menjajaki pengiriman sejumlah komoditas pangan ke Arab Saudi, termasuk beras dan berbagai jenis bumbu masakan. Namun, upaya tersebut belum berjalan maksimal akibat tingginya biaya logistik yang dipengaruhi situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Ia berharap, kondisi kawasan segera membaik sehingga distribusi logistik kembali normal dan akses produk Indonesia ke pasar Arab Saudi semakin terbuka.

Siapkan Skema Kerja Sama

Untuk memperluas penggunaan bahan baku nasional, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI tengah menyiapkan berbagai skema kerja sama dengan perusahaan katering penyedia konsumsi jemaah. Salah satu opsi yang dikaji adalah memasukkan penggunaan komoditas tertentu dari Indonesia ke dalam kontrak layanan katering.

“Dalam kontrak ke depan, kita bisa mengatur penggunaan sejumlah bahan baku dari Indonesia. Dengan begitu, produk Indonesia memiliki kepastian pasar dan dapat menjadi bagian dari rantai pasok konsumsi haji,” ucapnya.

Selain membahas peluang ekonomi, Menhaj memastikan dapur katering yang melayani jemaah Indonesia tetap memenuhi standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan. Pemerintah ingin menjaga kualitas konsumsi yang diterima jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Manfaat Ekonomi

Irfan menegaskan, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan haji, tapi juga memperkuat manfaat ekonomi bagi sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan industri pangan nasional.

“Kita ingin jemaah mendapatkan makanan yang sesuai dengan selera Indonesia, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi bagi petani, nelayan, UMKM, dan pelaku usaha dalam negeri. Haji tidak hanya menjadi pelayanan ibadah, tapi juga dapat menjadi pintu masuk penguatan ekosistem ekonomi Indonesia di tingkat global,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |